Solsel,fajarharapan.id — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat. Dukungan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati seyempat,Selasa (27/5/2026).
Solsialisasi itu untuk memberikan peningkatkan pemahaman masyarakat adat tentang pentingnya pendaftaran tanah ulayat, serta manfaat hukum dan sosial yang menyertainya. Tanah ulayat bukan hanya soal kepemilikan ekonomi, tetapi juga mencerminkan identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat adat.
Staf Ahli Kementerian ATR/BPN Rezka Oktaberia,dalam sambutannya menegaskan bahwa pendaftaran tanah ulayat merupakan bentuk penghormatan negara terhadap masyarakat adat dan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Pendaftaran tanah ulayat adalah pengakuan bahwa tanah bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas, sejarah, dan kearifan lokal. Ini adalah bentuk penghormatan negara terhadap masyarakat adat, terhadap niniak mamak, terhadap warisan yang telah dijaga turun-temurun,” ujar Rezka.
Di Solok Selatan sendiri, konflik terkait tanah ulayat masih kerap terjadi dan berdampak pada keretakan hubungan sosial serta ketidakpastian hukum bagi masyarakat adat. Oleh karena itu, proses administrasi dan pendaftaran resmi tanah ulayat dinilai sangat mendesak untuk segera diselesaikan.
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam melindungi hak masyarakat adat dan menjaga ketertiban agraria di daerah.
“Kami sebagai pemerintah daerah sangat mendukung penuh program Kementerian ATR/BPN dalam pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat ini,” tegas Khairunas.
Acara sosialisasi ini menghadirkan seluruh kepala OPD dijajaran pemerintah daerah wali nagari,bamus nagari,tokoh adat,para ninik mamak,unsur bundo kanduang serta undangan lainnya.
(sdw)






