Jakarta – Wapres Gibran: Cadangan Beras RI Tertinggi dalam Dua Dekade, Pertanian Jadi Andalan Hadapi Krisis Pangan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan bahwa ketersediaan beras nasional saat ini telah mencapai angka lebih dari 3,1 juta ton. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi dalam 23 tahun terakhir.
“Cadangan beras kita sekarang menembus 3,1 juta ton, rekor tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Hasil panen petani dari Januari hingga Maret terserap sebanyak 719 ribu ton, yang juga menjadi pencapaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” ujarnya.
Sektor Pertanian Masih Jadi Kekuatan Utama
Di tengah ancaman krisis pangan global yang disebabkan oleh ledakan populasi, konflik geopolitik, dan perubahan iklim, Gibran menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia tetap tangguh. Ia menyoroti kekuatan sumber daya alam Indonesia seperti tanah yang subur dan potensi dari 28 juta petani yang tersebar di seluruh negeri.
Dengan beragam komoditas strategis seperti padi, jagung, kopi, dan tebu, Indonesia telah memiliki landasan kokoh. Menurut Gibran, yang dibutuhkan kini adalah peningkatan di bidang teknologi, riset, pengelolaan pascapanen, dan industrialisasi hasil tani.
Infrastruktur dan Teknologi Dorong Produktivitas
Gibran juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 53 bendungan baru, dengan 45 di antaranya siap mengairi lahan pertanian. Saat ini, total ada 218 bendungan yang difungsikan untuk irigasi. Di tahun ini pula, proyek perbaikan dan pembangunan sistem irigasi ditargetkan mencakup 2 juta hektare lahan.
Selain itu, akses transportasi hasil pertanian juga ditingkatkan melalui pembangunan jalan produksi desa sepanjang 366 ribu kilometer, guna mempercepat distribusi hasil panen ke pasar.
“Kami juga mendorong hilirisasi seperti konversi tebu menjadi bioetanol dan bioavtur sebagai bagian dari upaya menuju energi ramah lingkungan,” jelasnya.
Penegakan Hukum dan Akses Pupuk Lebih Mudah
Tidak hanya fokus pada pembangunan, Gibran turut menyoroti pentingnya reformasi regulasi dan pengawasan distribusi pupuk serta upaya pemberantasan mafia pangan. Pemerintah telah memangkas 145 aturan untuk menyederhanakan proses bagi 14,9 juta petani agar lebih mudah mengakses pupuk subsidi.
“Distribusi pupuk kini lebih efisien, dan kami bertindak tegas terhadap pelaku mafia pangan,” tegas Gibran.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Presiden terpilih Prabowo Subianto yang meluncurkan Gerakan Indonesia Menanam, yang mengajak seluruh lapisan masyarakat turut serta menjaga ketahanan pangan.
“Pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergerak bersama,” tutup Gibran.(BY)






