Jalan Amblas di IX Koto, Pemkab Dharmasraya Gerak Cepat Perbaiki

Jalan ambalas di Dharmasraya kini lagi diperbaiki pemerintah setempat.
Jalan ambalas di Dharmasraya kini lagi diperbaiki pemerintah setempat.

Dharmasraya, fajarharapan.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan IX Koto, Dharmasraya, pada Minggu malam (4/5/2025) menyebabkan bencana infrastruktur yang cukup serius. Ruas jalan penghubung Ampang Kuranji–Silago mengalami amblas parah di kedua sisi, nyaris memutus total akses kendaraan, terutama roda empat. Tiga nagari terdampak langsung oleh kondisi ini: Nagari Silago, Nagari Banai, dan Nagari Lubuk Karak.

Jalan yang selama ini menjadi nadi transportasi warga untuk berkegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan itu mendadak lumpuh. Kekhawatiran pun menyelimuti masyarakat, sebab kerusakan jalan dikhawatirkan akan berlangsung lama.

Namun, respons cepat datang dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Begitu menerima laporan warga, Bupati Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera menangani kerusakan tersebut.

Tidak menunggu waktu lama, Plt. Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Catur Ebyandri, bersama tim teknis turun langsung ke lokasi pada Senin pagi. Mereka melakukan peninjauan serta survei teknis untuk menentukan langkah penanganan darurat yang paling tepat.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengamankan lokasi agar tidak membahayakan warga. Lalu kami fokus pada penanganan struktur jalan yang amblas dan perbaikan saluran air yang rusak,” ujar Catur.

Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap dan menghantam sisi kanan dan kiri badan jalan. Saluran air lama tak mampu menampung debit air, hingga akhirnya longsor dan merobohkan sebagian besar badan jalan.

Sebagai solusi cepat, Dinas PUPR memilih untuk mengganti sistem drainase lama dengan box culvert pracetak. Komponen ini dipilih karena memiliki daya tahan tinggi serta proses pemasangannya yang cepat dan efisien.

“Kami langsung turunkan dua unit alat berat ke lokasi. Proses pemasangan box culvert dilakukan hari itu juga agar akses masyarakat bisa segera dipulihkan,” kata Catur.

Kerja keras tim PUPR membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari satu hari, badan jalan berhasil distabilkan dan akses kendaraan roda empat kembali dibuka, meski untuk sementara masih dilakukan sistem buka-tutup demi keselamatan.

“Alhamdulillah, jalan sudah bisa dilalui. Namun pekerjaan belum selesai. Kami masih terus melakukan pemantauan dan penyempurnaan konstruksi agar lebih tahan terhadap potensi bencana ke depannya,” tambah Catur.

Warga pun menyambut baik langkah cepat dari pemerintah daerah. Ridwan, salah seorang warga Nagari Banai, menyampaikan rasa terima kasihnya karena akses untuk mengangkut hasil pertanian kembali terbuka.

“Kalau jalan ini putus terlalu lama, kami bisa merugi besar. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa lewat lagi. Kami apresiasi kerja cepat pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Annisa dalam keterangannya mengatakan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan infrastruktur harus disesuaikan dengan tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

“Penanganan darurat seperti ini penting, tapi lebih penting lagi adalah membangun sistem infrastruktur yang tahan bencana. Ini akan menjadi perhatian serius Pemkab Dharmasraya ke depan,” tegasnya.

Langkah cepat Pemkab Dharmasraya tidak hanya mengatasi krisis, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya. Bagi masyarakat tiga nagari yang sempat terisolasi, ini bukan sekadar pemulihan jalan—ini adalah pemulihan harapan.(Afriza DJ)