Muba, fajarharapan.id – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, akan menjadi magnet baru dunia otomotif nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional ini akan menjadi tuan rumah Kejurda Drag Race & Drag Bike Championship 2025 Putaran ke-2, yang dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Agustus 2025.
Ajang balap motor dan mobil bergengsi di Muba ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi para pecinta olahraga kecepatan sekaligus menjadi momen kebangkitan sport tourism di Sumatera Selatan, khususnya di Muba.
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan event ini disampaikan langsung oleh Bupati Muba, H. M. Toha, saat menerima audiensi dari penyelenggara event, BAF Racing Organizer, yang dipimpin oleh Bramartha bersama timnya, termasuk Ilham Wahyudi dan Gerbana, di ruang kerjanya.
“Kami sangat antusias menyambut kejuaraan ini. Ini bukan hanya sekadar event balap, tapi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi secara positif. Ini juga ajang edukasi keselamatan berkendara dan sarana untuk membentengi anak-anak muda kita dari kegiatan negatif seperti balap liar di jalanan umum,” ujar Bupati Toha dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Bupati menyebutkan bahwa ajang seperti ini akan membuka banyak peluang, baik di sektor UMKM, perhotelan, transportasi lokal, maupun promosi daerah. Masyarakat, katanya, perlu memanfaatkan momen ini sebagai peluang ekonomi.
“Bayangkan berapa banyak pengunjung yang datang ke Muba, baik pembalap, kru, maupun penonton. Ini bisa menjadi perputaran ekonomi baru, bukan hanya untuk penyelenggara, tapi juga warga lokal,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Kejurda, Okta Rizal, menjelaskan bahwa ajang ini adalah debut Kabupaten Muba sebagai tuan rumah event drag race dan drag bike resmi di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Seluruh peserta wajib memiliki Kartu Izin Start (KIS) yang diterbitkan IMI di masing-masing provinsi sebagai salah satu bentuk standarisasi nasional.
“Event ini akan menjadi ajang unjuk gigi bagi para pembalap dari berbagai penjuru Indonesia. Kami sudah menerima banyak konfirmasi minat dari tim-tim balap Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, bahkan Jawa Barat dan Jakarta,” kata Okta Rizal.
Panitia juga menjamin keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung. Setiap peserta, kru, panitia, hingga penonton akan dilindungi oleh asuransi, sebuah langkah penting dalam menciptakan kejuaraan yang aman dan profesional.
“Ini bukan balapan biasa. Ini adalah ajang yang kami kemas serius dengan standar nasional. Semua yang terlibat akan kami pastikan memiliki perlindungan, mulai dari sisi teknis hingga keselamatan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurda ini juga dimaksudkan sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem otomotif yang sehat dan profesional di Kabupaten Muba. Harapannya, dengan terselenggaranya event ini secara rutin, akan lahir atlet-atlet balap berbakat dari daerah, serta tumbuh industri kreatif dan pariwisata penunjang.
Menurut panitia, lintasan yang akan digunakan telah disiapkan dengan standar keamanan, serta didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk perangkat daerah dan unsur forkopimda. Jalur lintasan dirancang agar memberikan sensasi balap yang maksimal namun tetap aman bagi pembalap maupun penonton.
“Ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan Muba sebagai salah satu pusat event otomotif di wilayah Sumatera,” kata Bramartha, Founder BAF Racing Organizer.
Dalam audiensi bersama Bupati, hadir pula sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kabupaten Muba, antara lain: Kepala BPBD Pathi Riduan, Kepala Dispopar M. Fariz, Kepala Dishub Musni Wijaya, Kepala Dinkominfo Herrynadi Sinulingga, Plt. Kepala DLH Oktarizal, serta Kabag Umum dan Kabag Prokopim Agung Perdana.
Mereka menyampaikan dukungan lintas sektor untuk menyukseskan event ini, mulai dari keamanan dan lalu lintas, promosi media, pengelolaan sampah, hingga layanan publik lainnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurda Drag Race & Drag Bike Championship 2025 juga akan berfungsi sebagai ajang silaturahmi komunitas otomotif dan sarana memperkenalkan budaya lokal Muba kepada para tamu dari luar daerah.
Pemkab Muba juga berencana menyertakan pertunjukan seni, bazar UMKM, serta area kuliner khas daerah sebagai bagian dari rangkaian acara pendukung.
“Kami ingin menjadikan Kejurda ini sebagai pengalaman lengkap. Pengunjung tak hanya disuguhkan aksi balap, tapi juga bisa mencicipi kuliner lokal, mengenal budaya Muba, dan tentu saja berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkap M. Fariz, Kepala Dispopar Muba.
Panitia mengimbau masyarakat dan komunitas otomotif untuk terus memantau informasi resmi melalui media sosial dan website Kejurda 2025. Informasi teknis, pendaftaran peserta, pembagian kelas lomba, serta jadwal kegiatan akan segera diumumkan secara bertahap.
“Ini adalah ajang yang sayang untuk dilewatkan. Kami undang seluruh masyarakat Sumsel dan pecinta otomotif dari seluruh Indonesia untuk datang ke Muba, menyaksikan langsung dan menjadi bagian dari sejarah olahraga otomotif di Sumatera Selatan,” tutup Bupati Toha.(Rusdian)






