ACEH SINGKIL — Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Aceh Singkil mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 kepada Kabupaten Aceh Singkil yang diperingati setiap 27 April 2025.
Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua SWI Aceh Singkil, Yudi Sagala. Ia berharap di usia ke-26 ini, daerah berjuluk Negeri Sekata Sepekat tersebut semakin mempesona dan menunjukkan kedewasaan dalam pembangunan.
“Kalau kita merunut ke belakang, cikal bakal pemekaran Kabupaten Aceh Singkil bermula dari Desa Pasar, Kecamatan Singkil, pada tahun 1999. Dari sanalah semangat perjuangan memekarkan daerah ini menjadi kabupaten sendiri dimulai,” ujar Yudi Sagala, kepada wartawan Jumat, (25/4/2025).
Ia mengenang semangat dan kerja keras para tokoh pendahulu yang memperjuangkan terbentuknya kabupaten tersebut. Kini, setelah 26 tahun berjalan, estafet kepemimpinan telah bergulir dari Bupati pertama almarhum Makmursyahputra hingga ke pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Bupati Safriadi Oyon, dan Wakil Bupati Hamzah Sulaiman.
Safriadi Oyon sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Singkil pada periode 2012–2017, berpasangan dengan Dulmusrid.
Menurut Yudi, sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan, sudah selayaknya Aceh Singkil mampu berdiri tegak sebagai daerah yang dewasa dan mandiri dalam berbagai sektor.
“Salah satu problem yang masih mencolok adalah tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh Singkil masih termasuk dalam daftar kabupaten termiskin di Provinsi Aceh,” ucapnya.
Padahal, lanjut Yudi, potensi sumber daya alam yang dimiliki sangat menjanjikan. Mulai dari hasil laut berkualitas ekspor, hasil sungai, perkebunan rakyat, hingga belasan perusahaan sawit yang mengantongi Hak Guna Usaha (HGU).
“Keunggulan lain adalah sektor pariwisata. Aceh Singkil memiliki hampir seratus pulau, termasuk destinasi legendaris Pulau Banyak yang sudah dikenal hingga mancanegara. Namun pengelolaannya masih terkesan biasa saja dan belum maksimal,” tambahnya.
Yudi menilai, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang paham dan memiliki keterampilan khusus di bidang tersebut, agar dapat menarik wisatawan berkunjung dan pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tak ada salahnya kita belajar atau melakukan bimbingan teknis (bimtek) ke daerah yang sudah lebih dulu sukses seperti Pulau Dewata Bali atau Danau Toba Samosir. Turis masuk, niscaya PAD datang,” ungkapnya.
Ia pun berharap pemerintahan baru dapat bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers sebagai pilar keempat demokrasi.
“Media berperan penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan semua pihak,” tutup Yudi Sagala.| K4






