Padang Pariaman Bergerak Sama 810 Mahasiswa PKL Poltekes Lawan Stunting TB dan Jantung

Padang – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyerukan aksi bersama dalam menghadapi tiga tantangan kesehatan utama: stunting, tuberkulosis paru (TB Paru), dan penyakit jantung. Seruan ini disampaikan di hadapan 810 mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Padang yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) terpadu di Padang Pariaman.

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Dr. Efriyeni, Bupati JKA disambut pimpinan Poltekes, yakni Wadir I Dr. Gusnedi dan Wadir II Dr. Irmawartini, dalam kegiatan pembekalan yang berlangsung di Aula Poltekes Padang, pada Rabu, 16 April 2025.

Dalam penyampaiannya, JKA menegaskan bahwa isu stunting, TB Paru, dan penyakit jantung di Padang Pariaman menjadi prioritas nasional dalam program Quick Win Presiden dan Misi ASTA CITA. Pemerintah daerah, menurutnya, memegang peran strategis dalam merealisasikan program ini.

“Di Padang Pariaman, kami berkomitmen penuh. Penanganan stunting dilakukan dengan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil KEK, vitamin dan susu bagi anak stunting, serta penanganan infeksi yang memperparah kondisi anak, seperti TB Paru dan penyakit jantung,” jelasnya.

Ia juga menguraikan capaian Padang Pariaman dalam penanggulangan TB Paru. Pada 2024, daerah ini mencatatkan notifikasi kasus di atas 100 persen.

Namun demikian, sebut JKA, tingkat keberhasilan pengobatan baru mencapai 88 persen dan terus diupayakan peningkatannya melalui pelatihan tenaga kesehatan dan penguatan fasilitas pemeriksaan di Padang Pariaman.

Selain itu, Bupati Padang Pariaman menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap skrining dini penyakit jantung, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Untuk itu, kami dorong partisipasi masyarakat Padang Pariaman lewat program cek kesehatan gratis sebagai bagian dari Quick Win Presiden,” tambahnya.

Mengakhiri paparannya, Bupati JKA memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan mahasiswa Poltekes dalam PKL terpadu ini. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai energi positif bagi Padang Pariaman.

“Kalian adalah agen perubahan. Hadir di tengah masyarakat Padang Pariaman bukan sekadar menjalani PKL, tapi juga membawa misi edukasi dan aksi nyata di bidang kesehatan,” ucapnya penuh semangat.

Sebanyak 810 mahasiswa akan melaksanakan PKL di Padang Pariaman dari 21 April hingga 10 Mei 2025, tersebar di 83 Korong yang berada di 14 Nagari Kecamatan Batang Anai dan Lubuk Alung.(r/bay).