Solsel  

Operasi Pasar Murah Menjelang Lebaran Pemkab Solsel Berikan Subsidi 50% Lebih

Solsel,fajarharapan.id -Pemerintah Daerah Kabpaten Solok Selatan melalui Dinas Perindagkop dan UKM menggelar Operasi pasar/pasar murah dalam menyanbut hari besar keagamaan tahun 1446 H menyediakan 4.113 paket di bagi untuk seluruh kecamatan di Solok Selatan.

Operasi pasar murah itu di louncing di RTH Padang Aro Kecamatan Sangir, Solok Sekatan Selasa,25/3/2025.

Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan operasi pasar murah ini dilaksanakan dalam upaya pengendalian harga dan stok bahan pokok dan barang penting menjelang hari besar keagamaan.

“Kegiatan operasi pasar/pasar murah ini merupakan salah satu upaya konkret Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam rangka pengendalian inflasi dengan harapan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Yulian saat membuka kegiatan di RTH Padang Aro, Selasa (25/3/2025).

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 511/112/Perindag/III/2025 tentang Langkah-Langkah Antisipasi Tingginya Lonjakan Harga Menghadapi Hari Besar Keagamaan di Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu juga merupakan langkah antisipasi peningkatan inflasi yang meggambarkan kenaikan harga barang dan jasa. Sehingga pemerintah daerah wajib untuk menjaga dan memenuhi ketersediaan stok pangan dan stabilitas Harga.

Upaya lainnya yang dilakukan pemerintah kabupaten dalam pengendalian harga dan inflasi adalah melaporkan hasil pemantauan harga komoditas bahan pokok dan bahan penting yang setiap hari dipantau oleh petugas di OPD terkait. Kemudian juga sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan untuk mengeluarkan barang tersebut.

Adapun pada pasar murah ini pemerintah memberikan subsidi senilai Rp 60 ribu untuk paket yang bernilai total Rp 110 ribu.

Sehingga hanya dengan Rp 50 ribu saja, masyarakat sudah bisa mendapatkan 2 liter minyak goreng kemasan, 1 kilogram gula kemasan, 1 kilogram tepung kemasan, sirup, dan sudu kental manis.

“Paling tidak membantu masyarakat kita yang saat ini kondisi ekonominya tidak baik-baik saja,” imbuh Yulian.(sdw)