Jakarta – Air rebusan daun salam dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Bagaimana cara membuatnya?
Tekanan darah normal berada pada angka 120/80 mmHg, sedangkan jika melebihi batas tersebut, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi.
Sementara itu, daun salam dikenal sebagai tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Daun ini mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, tanin, alkaloid, flavonoid, dan senyawa lain yang berpotensi memberikan efek menurunkan tekanan darah.
Efektivitas Rebusan Daun Salam untuk Hipertensi
Sebuah studi berjudul Pengaruh Air Rebusan Daun Salam Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi meneliti efek daun salam pada penderita hipertensi berusia 51-60 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengonsumsi rebusan daun salam, rata-rata tekanan darah sistolik partisipan mencapai 160,6 mmHg, sementara tekanan darah diastoliknya sebesar 93,1 mmHg. Setelah rutin mengonsumsi air rebusan ini, tekanan darah mereka menurun menjadi 140,7 mmHg untuk sistolik dan 81,8 mmHg untuk diastolik.
Cara Membuat Rebusan Daun Salam untuk Menurunkan Darah Tinggi
Bagi yang ingin mencoba manfaat daun salam, berikut langkah-langkah membuat air rebusannya:
Siapkan 10-15 lembar daun salam segar atau 7 lembar daun salam kering serta 1 liter air bersih.
Cuci bersih daun salam sebelum direbus.
Didihkan air dalam panci, lalu masukkan daun salam yang telah disiapkan.
Gunakan api kecil dan biarkan mendidih selama 20 menit.
Tutup panci selama proses perebusan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Setelah matang, matikan api dan diamkan hingga suhu air menurun.
Saring air rebusan untuk memisahkan ampas daun.
Simpan dalam wadah tertutup. Jika tidak habis dalam sehari, bisa disimpan di kulkas agar tetap segar.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, air rebusan daun salam dapat menjadi alternatif alami untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun, pastikan tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya sebagai terapi tambahan.(BY)






