Paddang Pariaman – Keluhan orang tua wali murid terkait kebutuhan pendidikan anak di Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu (SSKH), Sungai Geringging, Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya mendapatkan solusi. SMA Negeri 2 Sungai Geringging dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2025/2026, mengatasi masalah jarak jauh yang selama ini dihadapi oleh masyarakat setempat.
Sebelumnya, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, anak-anak dari Nagari SSKH harus menempuh perjalanan jauh, baik dengan naik ojek maupun kendaraan roda dua. Mereka biasanya bersekolah di SMA Negeri 1 Sungai Geringging di Durian Lilin, yang berjarak sekitar 7 km, atau di SMA Negeri 2 Simpang Ampek Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau yang berjarak sekitar 12 km.
Dengan hadirnya SMA Negeri 2 Sungai Geringging yang berlokasi di Palak Tabu, Nagari SSKH, Kecamatan Sungai Geringging, kini para siswa yang lulus dari SMPN 3 Koto Bangko dan MTsS Durian Ajung dapat melanjutkan pendidikan dengan jarak yang lebih dekat. Bahkan, bagi orang tua yang ekonominya kurang mampu, anak-anak mereka bisa berjalan kaki menuju sekolah, dengan jarak hanya sekitar 1-2 km dari tempat tinggal.
Tak hanya itu, SMA Negeri 2 Sungai Geringging ini juga siap menampung siswa tamatan SMP/MTs dari nagari tetangga, seperti MTsS Kampung Dadok dan SMPN Nagari Marunggai, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, yang juga dapat melanjutkan pendidikan di sekolah ini.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahyan, S.Pd, MM, yang dihubungi pada Senin (24/2/2025), mengonfirmasi bahwa SMA Negeri 2 Sungai Geringging akan mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2025/2026. “Penerimaan siswa baru pada bulan Juni 2025 nanti, akan membuka tiga rombongan belajar (Rombel) dengan kapasitas sekitar 96 orang siswa,” ujar Mahyan.
Mahyan juga menjelaskan bahwa pengajuan operasional SMA Negeri 2 Sungai Geringging telah diajukan ke Kementerian Pendidikan di Jakarta melalui Dinas Pendidikan Sumatera Barat. “Saat ini, kami masih menunggu Peraturan Menteri Pendidikan, termasuk petunjuk mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” tambahnya.
Ia berharap, setelah Surat Keputusan (SK) izin operasional dari Menteri Pendidikan turun, akan ada pengangkatan kepala sekolah, guru bidang studi, serta staf lainnya di sekolah tersebut.
Lebih lanjut, Mahyan mengungkapkan bahwa pada tahun 2025/2026, Dinas Pendidikan Sumatera Barat juga mengusulkan tiga SMA Negeri untuk mendapatkan izin operasional, yaitu SMA Negeri 2 Sungai Geringging di Palak Tabu, SMA Negeri 3 Kabupaten Solok di Gunuang Talang, dan SMA Negeri 12 di Kabupaten Solok Selatan.
Terkait fasilitas belajar, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) SLTA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Deni Irwan, ST, MT, mengungkapkan bahwa pembangunan SMA Negeri 2 Sungai Geringging memanfaatkan dana APBD Sumatera Barat melalui Program Unggulan (Progul) dari Gubernur Sumbar pada tahun 2024 sebesar Rp 2 Miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga rombongan belajar (Rombel), ruang kantor kepala sekolah, dan ruang majelis guru. Sisanya digunakan untuk biaya perencanaan dan pengawasan.
Pada tahun 2026, Deni menambahkan, Dinas Pendidikan Sumatera Barat juga telah mengusulkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp 4 Miliar untuk pembangunan rombel baru serta fasilitas lainnya seperti kantor kepala sekolah dan kantor tata usaha.
“Semoga secara bertahap, fasilitas untuk proses belajar mengajar (PBM) di SMA Negeri 2 Sungai Geringging dapat terpenuhi, sehingga sekolah ini bisa setara dengan SMA Negeri lainnya di Sumatera Barat,” tutup Deni Irwan.(bay).






