Dharmasraya, fajarharapan.id – Banjir yang melanda lima nagari di Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) meninggalkan luka mendalam bagi ratusan kepala keluarga.
Luapan Sungai Batang Timpeh dan Batang Kamang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memaksa ratusan warga mengungsi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Eldison, mengungkapkan banjir terjadi pada 20 Februari sekitar pukul 19.00 WIB hingga 21 Februari pukul 05.00 WIB. Akibatnya, lebih dari 860 jiwa terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.
“Ada ratusan kepala keluarga yang mengungsi ke rumah saudara atau tempat yang lebih aman karena air merendam seluruh ruang rumah mereka,” kata Eldison melalui WhatsApp, Senin (24/2/2025).
Rincian jumlah pengungsi sebagai berikut, Nagari Panyubarangan: 17 rumah, 68 jiwa, Nagari Taratak Tinggi: 16 rumah, 63 jiwa, Nagari Tabek: 16 rumah, 63 jiwa, Nagari Ranah Palabi: 80 rumah, 110 jiwa (termasuk 2 ibu hamil), Nagari Timpeh: 40 rumah, 120 jiwa.
Total keseluruhan mencapai 860 jiwa dari lima nagari yang harus mengungsi akibat banjir tersebut.
Eldison menekankan pentingnya normalisasi Sungai Batang Timpeh dan Batang Kamang sebagai solusi utama untuk mengurangi risiko banjir berulang.
“Satu-satunya jalan adalah normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Insyaallah ini bisa mengurangi potensi banjir ke depannya,” tegasnya.
Hal ini juga diamini oleh tokoh masyarakat setempat, Dt Panduko, yang menilai normalisasi sungai sebagai langkah krusial.
“Jika sungai ini dinormalisasi, maka banjir bisa diantisipasi, dan warga tak perlu lagi mengungsi saat hujan deras mengguyur,” ujarnya.
Saat ini, warga bersama perangkat nagari dan relawan terus berupaya membersihkan sisa-sisa banjir sambil menanti langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mencegah bencana serupa. (Nita)






