Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Kampung Bangkirai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, dengan menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan.
“Kami sudah merencanakan pemeliharaan jalan tersebut. Mohon bersabar karena prosesnya sedang berjalan. Perbaikan juga dilakukan di lokasi lain, seperti di Terantang,” ujar Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama, di Sampit, Selasa (21/1/2025).
Kampung Bangkirai adalah permukiman di tepi Sungai Mentaya yang sudah ada sebelum kehadiran Bandara Haji Asan Sampit. Secara administratif, kampung ini berada di Kelurahan Baamang Hulu dan terletak sekitar 200 meter dari kantor kelurahan. Permukiman ini terdiri atas dua rukun tetangga dan sedikit terpisah dari kawasan lainnya di kelurahan tersebut.
Selain jalan di dalam permukiman, akses jalan yang menghubungkan Kampung Bangkirai dengan jalan utama Kelurahan Baamang Hulu juga memerlukan perhatian. Posisi jalan penghubung ini berada di ujung landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit, dekat bibir Sungai Mentaya, yang sering menjadi lokasi bersantai warga.
Kondisi jalan di Kampung Bangkirai saat ini memprihatinkan. Pengendara harus mengurangi kecepatan karena jalan bergelombang dan berlubang. Keluhan ini kembali mencuat setelah warga mengunggah video kondisi jalan yang rusak parah di media sosial. Dalam video tersebut terlihat lubang besar yang tergenang air setelah hujan.
Menanggapi hal itu, Mentana menyatakan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam agenda. Namun, prosesnya memerlukan waktu dan kesiapan peralatan yang saat ini masih digunakan di lokasi lain. “Kami berupaya menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Namun, kami mohon pengertian agar bersabar menunggu giliran,” katanya.
Pada 2025, Dinas SDABMBKPRKP telah mengalokasikan Rp181,6 miliar untuk meningkatkan infrastruktur di Kotawaringin Timur. Dana tersebut mencakup 339 paket kegiatan, yang sebagian besar dialokasikan untuk bidang Bina Marga dengan fokus pada perbaikan jalan, gang, dan jembatan dengan total anggaran Rp156,9 miliar untuk 218 kegiatan.
Sementara itu, bidang Perumahan Rakyat mendapat alokasi Rp10,7 miliar untuk 64 kegiatan, termasuk perbaikan gang di kawasan perumahan. Bidang Sumber Daya Air, yang mencakup saluran primer, irigasi, dan pintu air, mendapatkan anggaran Rp14 miliar untuk 57 kegiatan.
Mentana menjelaskan bahwa ada enam kegiatan strategis di antara ratusan proyek tersebut. Beberapa di antaranya adalah rekonstruksi Jalan Simpang Kalang-Tumbang Kalang (Rp27 miliar), Jalan Kandan-Camba (Rp26 miliar), Jalan Nusantara Desa Bapeang (Rp6 miliar), Jalan Buana Mustika Kecamatan Telaga Antang (Rp13,8 miliar), irigasi Basirih Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (Rp1,6 miliar), dan pembangunan jembatan di Sei Saan Kecamatan Tualan Hulu (Rp6 miliar).
Ia berharap program-program ini dapat berjalan sesuai rencana dengan dukungan pendanaan yang lancar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Bagi Hasil (DBH).(Av)






