Bapanas Respon Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah, Arief Prasetyo Adi Akan Cek Pasar Langsung

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg, Begini Penjelasan Kepala Bapanas
Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg, Begini Penjelasan Kepala Bapanas

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menanggapi kenaikan harga cabai rawit merah yang telah meningkat sejak awal Januari 2025. Ia memastikan akan memeriksa langsung harga cabai di pasar.

Harga Cabai yang Meningkat

Memeriksa Pasar Arief meminta informasi terkait pasar mana saja yang mengalami lonjakan harga cabai rawit merah.

Keseimbangan Harga Arief mencatat pentingnya menjaga keseimbangan antara harga cabai di tingkat petani dan konsumen di sisi hilir. Ia tidak ingin petani merugi karena tertekan oleh permintaan pasar yang menginginkan harga yang lebih murah. “Harga terus turun, itu tidak bisa. Kita perlu menghitung struktur biaya dengan tepat,” paparnya.

Menjaga Inflasi Namun, ia juga tidak ingin para petani atau produsen menaikkan harga tanpa pertimbangan. Kenaikan harga komoditas pangan dapat mempengaruhi tingkat inflasi. “Semua orang ingin harga di tingkat petani setinggi mungkin, tetapi jika harga beras juga naik, inflasi akan terjadi, dan daya beli harus dipertimbangkan. Jadi, harus ada harga yang wajar di hulu dan hilir,” jelasnya.

Harga Cabai Terbaru Berdasarkan data terbaru dari panel harga Badan Pangan Nasional pada Senin (6/1/2025) pukul 16.30 WIB, harga cabai rawit merah rata-rata tercatat sebesar Rp71.260 per kilogram. Harga ini naik 3,95% dibandingkan hari sebelumnya atau sekitar Rp2.710. Padahal, harga cabai rawit merah sempat turun signifikan sebanyak -46,27% atau Rp31.720 menjadi Rp36.830 per kilogram pada pagi hari itu. Bahkan, berdasarkan laporan dari berbagai pasar, harga cabai rawit merah sempat tembus lebih dari Rp100.000 per kilogram.(BY)