Tuapejat, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, fokus pada penanganan stunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrim. Beberapa langkah telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Salah satunya adalah melakukan sosialisasi stunting secara massal di berbagai daerah dan memasang banner untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting dan cara pencegahannya. Pemerintah juga akan meminta informasi dari BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai kondisi inflasi di Mentawai.
Pj. Bupati Kepulauan Mentawai, Fernando Jongguran Simanjuntak, terus melakukan penekanan pentingnya kecepatan, kelengkapan, dan penyelesaian tugas yang tepat waktu dalam pelaksanaan kegiatan.
Dia meminta kepada para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk memantau dan memastikan bahwa kegiatan tersebut selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan dan sesuai dengan administrasi yang berlaku.
Selain itu, Pj. Bupati juga mengharapkan para kepala OPD untuk menyusun laporan progres dalam bentuk presentasi PowerPoint jika diperlukan, serta siap menghadiri rapat dadakan secara virtual dengan membawa materi yang diminta.
Fernando juga menekankan pentingnya tetap fokus pada penanganan stunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrim. Sosialisasi stunting harus dilakukan secara luas dan pemasangan banner harus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat. Untuk mengatasi kemiskinan ekstrim, Pj. Bupati mengatakan bahwa aksi nyata harus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur.
Selain itu, juga menekankan pentingnya kebersihan. Dia menginginkan Mentawai menjadi tempat yang modern, indah dalam kesederhanaan, dan modern dalam digitalisasi.
Kebersihan lingkungan dan kantor-kantor juga ditekankan, dengan permintaan untuk mencat pagar dan menanam bunga serta merawatnya. Pj. Bupati menegaskan bahwa semua kantor OPD harus bersih dan indah, dan harus selesai sampai hari Sabtu mendatang. (permai)






