Blog  

961 Satwa Terancam Punah Dipulangkan ke Habitat Asli

961 Satwa Terancam Punah
ilustrasi

Jakarta Thailand telah mengirim hampir 1.000 kura-kura dan lemur yang terancam punah ke Madagaskar sebagai bagian dari upaya besar melawan perdagangan satwa liar.

Pengiriman pertama dilakukan pada akhir November lalu. Pejabat Thailand menyebutkan, langkah ini mgzenjadi repatriasi terbesar antara kedua negara.

Operasi anti-perdagangan satwa liar di Chumphon, Thailand Selatan, pada Mei lalu berhasil mengamankan 1.117 hewan, meskipun delapan di antaranya ditemukan sudah mati. Satwa-satwa tersebut mencakup kura-kura laba-laba, kura-kura radiata, lemur ekor cincin, dan lemur cokelat, yang semuanya tergolong sangat terancam punah menurut CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah).

Permintaan untuk hewan-hewan ini cukup tinggi di Asia, terutama sebagai hewan peliharaan eksotis, meskipun pemeliharaan mereka sulit dan kerap membahayakan nyawa hewan tersebut.

Beberapa satwa yang disita mengalami kondisi buruk akibat kekurangan makanan dan air selama penyelundupan. Sebagian lagi gagal bertahan di lingkungan baru mereka.

Untuk menyerahkan hewan-hewan ini, otoritas Thailand menggelar upacara resmi di Bangkok sebelum mengirimkan 961 hewan yang masih hidup ke Madagaskar melalui tiga penerbangan Qatar Airways.

Chalermchai Sri-on, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Thailand, menyatakan bahwa pengembalian satwa ini mencerminkan komitmen Thailand dalam memerangi perdagangan ilegal dan menjaga kesejahteraan satwa.

Attapol Charoenchansa, Direktur Departemen Konservasi Taman Nasional, Margasatwa, dan Tumbuhan, berharap langkah ini memberikan efek jera.

“Operasi semacam ini menunjukkan bahwa perdagangan satwa liar adalah pelanggaran serius. Orang harus memahami bahwa meskipun mereka memiliki uang, mereka tidak berhak membeli dan memelihara hewan-hewan ini,” katanya.

Laporan pada 2023 menyebut perdagangan ilegal kayu dan satwa liar menjadi ancaman terbesar kedua bagi keanekaragaman hayati Madagaskar. Thailand, sebagai importir utama satwa liar dari Madagaskar di Asia Tenggara, memainkan peran penting dalam perdagangan dan ekspor ulang spesies langka ini.

Data menunjukkan, antara 1975 hingga 2019, Thailand telah mengekspor hampir 35.000 satwa dan produk turunannya dari Madagaskar.(des*)