BPBD Pariaman Catat Pohon Tumbang Dominasi Bencana Dua Pekan Terakhir

Pohon Tumbang
Kondisi longsor yang menimpa dapur rumah warga

Pariaman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman mencatat sejumlah bencana yang terjadi di daerah tersebut dalam dua pekan terakhir, meliputi pohon tumbang, genangan air, hingga longsor, yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Sekretaris BPBD Kota Pariaman, Radius Syahbandar, menyampaikan bahwa pohon tumbang menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi di wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir. “Pohon tumbang paling dominan dalam dua pekan terakhir di Pariaman,” ujarnya di Pariaman, Rabu.

Menurutnya, pohon-pohon yang tumbang tidak hanya disebabkan oleh cuaca buruk, tetapi juga karena usia pohon yang sudah cukup tua, yang membuatnya lebih rentan untuk tumbang.

Ia menambahkan bahwa pohon-pohon yang tumbang tersebut tidak hanya mengenai jalan, tetapi juga merusak teras dan dapur rumah warga serta objek wisata. “Material pohon tumbang langsung dibersihkan pada hari yang sama,” terangnya.

Selain itu, bencana longsor juga terjadi di Desa Cubadak Aie pada hari Senin, dan saat ini tim BPBD masih membersihkan material longsor tersebut secara bertahap.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian pohon tumbang dan longsor tersebut karena hanya mengenai bagian teras dan dapur rumah warga. “Kami memberikan bantuan logistik, termasuk terpal dan makanan, kepada para korban,” tambahnya.

Namun, pada Minggu (1/12/2024), terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia saat sedang mandi di muara sungai. Anak tersebut diketahui tidak bisa berenang dan terbawa arus yang terjadi bersamaan dengan air laut pasang.

Sementara itu, genangan air terjadi di beberapa titik akibat sistem drainase yang belum memadai dalam menampung debit air hujan yang tinggi. BPBD menyebutkan bahwa banjir terparah yang melanda Pariaman tahun ini terjadi pada awal 2024, yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan air pasang laut.

“Jika hujan berlangsung lebih dari dua jam, warga diimbau untuk waspada, terutama ketika air laut pasang,” imbuhnya.(des*)