Singkil,fajarharapan.id — Kabupaten Aceh Singkil mengalami bencana banjir dan longsor, yang mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur jembatan dan rumah warga di beberapa wilayah kecamatan.
Pusdalops BPBD Aceh Singkil, Rosiana Kusuma Wardani Senin, (25/11) kepada wartawan, mengatakan bencana banjir dimulai sejak Sabtu, 23 November 2024, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan banjir bandang di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, serta longsor di Desa Lae Riman, Kecamatan Simpang Kanan.
“Sedangkan banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Singkil nyaris genap 16 desa sejak Ahad, 24 November 2024,” ujarnya.
Rosiana menyebutkan tiga jembatan mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang, sementara jalan penghubung antar desa di Kecamatan Simpang Kanan rusak di dua titik, membuat akses antar wilayah terputus. Selain itu, banjir merendam jalan penghubung antara Singkil dan beberapa desa, termasuk Desa Teluk Rumbia dan Desa Rantau Gedang, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Fasilitas umum seperti sekolah juga tidak luput dari dampak bencana. Beberapa bangunan sekolah, termasuk SDN 1 Pasar, SMP Muhammadiyah, dan SMAN 1 Singkil, turut terendam air, sehingga aktivitas belajar mengajar terganggu. Selain sekolah, beberapa fasilitas umum lainnya seperti masjid dan pusat kesehatan juga terdampak.
Sementara banjir yang melanda wilayah Kecamatan Singkil merendam ribuan rumah warga di 15 desa, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm.
Desa-desa terdampak banjir meliputi Desa Teluk Rumbia, Desa Siti Ambia, Desa Suka Makmur, dan Desa Pulo Sarok. Hingga laporan ini disampaikan, sebanyak 1.577 kepala keluarga (KK) dengan total 6.339 jiwa tercatat terdampak banjir.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Aceh Singkil telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Pj. Bupati Aceh Singkil Azmi, bersama dengan Muspika dan Kalaksa BPBD, turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi.
BPBD juga menurunkan alat berat untuk memperbaiki jembatan yang rusak. Dua dari tiga jembatan yang rusak kini telah selesai diperbaiki, sementara satu jembatan masih dalam proses perbaikan.
Selain itu, perahu polytelen telah dikerahkan ke Desa Suka Makmur untuk membantu evakuasi warga yang terisolasi akibat banjir.
Saat ini, tambahnya, kondisi air di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, sudah mulai surut, sementara Desa Lae Riman di Kecamatan Simpang Kanan dalam kondisi aman terkendali. Namun, banjir di Kecamatan Singkil masih berlangsung dengan ketinggian air mencapai 50 cm di beberapa titik.
Tim pemantau dari BPBD terus berkoordinasi untuk melaporkan perkembangan kondisi di lapangan, sementara upaya perbaikan infrastruktur dan bantuan untuk warga yang terdampak terus dilakukan.| K4






