Kota Pariaman – Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) Kota Pariaman mengadakan lokakarya untuk 72 Kepala Sekolah (SD) Negeri ataupun Swasta se Kota Pariaman di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, pada Selasa (15/10/2024).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kanderi saat membuka kegiatan mengatakan, bahwa lokakarya ini sangat penting dilakukan untuk menyatukan persepsi. Terkait gerakan sekolah sehat dan rapor mutu pendidikan SD di Kota Pariaman.
“Kegiatan lokakarya yang diselenggarakan MKKS Kota Pariaman ini adalah komunitas tempat berkumpulnya Kepala Sekolah. Lokakarya yang mengusung tema tentang gerakan sekolah sehat dan rapor mutu pendidikan SD ini sangat bagus” ucap Kanderi.
Karena, kata dia, dengan harapan setelah diadakan lokakarya, seluruh Kepala Sekolah di SD baik negri maupun swasta akan menyamakan persepsinya, sehingga tidak adanya perbedaan.
Kanderi juga mengingatkan kepada seluruh peserta lokakarya, bahwa untuk gerakan sekolah sehat, lakukan pembiasaan di setiap sekolah. Kalau rapor mutu, kita harus berkerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga rapor mutu pendidikan terus meningkat di Kota Pariaman.
“Untuk mensukseskan program rapor mutu, jangan sampai kita mengorbankan anak didik dengan tindakan yang merugikan mereka, melainkan tingkatkan cara mengajar. Sehingga anak didik dengan mudah menyerap ilmu yang diberikan” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MKKS SD Kota Pariaman, Buyung mengatakan bahwa kegiatan lokakarya ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan MKKS SD setiap tri wulan.
“Ini merupakan kegiatan rutin, namun setiap pertemuan kita akan mengusung tema yang berbeda-beda. MKKS merupakan wadah bagi Kepala Sekolah untuk saling berbagi ilmu dalam rangka meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah” ungkapnya.
Untuk lokakarya dengan tema gerakan sekolah sehat dan rapor mutu pendidikan SD Kota Pariaman ini, menghadirkan narasumber Kepala Sekolah yang telah mendapatkan pelatihan di tingkat provinsi dan nasional.
“Narasumber kita kali ini ada 2 (dua) orang. Yakni Ibnu Qolbi yang sudah mengikuti pelatihan ke tingkat nasional dengan tema gerakan sekolah sehat. Sedangkan Narasumber kedua, Opi Riyasriyanti yang juga sudah mengikuti pelatihan tingkat propinsi dengan tema kompetensi kepala sekolah. Semoga saja ilmu yang dibagi saat lokakarya ini dapat kita terapkan ke sekolah masing-masing” ujarnya mengakhiri.(d/ssc).






