Jakarta – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dimulai hari ini. Peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti SKD dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengingatkan para peserta SKD CPNS dan masyarakat bahwa seluruh proses seleksi CPNS, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian dengan CAT dan pengumuman kelulusan, sudah terintegrasi secara digital. Hal ini dilakukan untuk mencegah kecurangan serta praktik joki, salah satunya melalui sistem pengenalan wajah ganda (double face recognition).
“Semua tahapan, termasuk SKD dengan CAT, tidak dipungut biaya. Tidak ada orang yang bisa membantu meluluskan dalam tes CPNS tahun ini atau di masa depan. Jangan percaya kepada siapa pun yang menawarkan kelulusan,” kata Menteri Anas, Rabu (16/10/2024).
SKD CPNS 2024 berlangsung selama 100 menit dan mencakup tiga jenis tes, yaitu tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Untuk lolos SKD, peserta harus mencapai nilai ambang batas (passing grade) yang ditentukan sebagai syarat minimal kelulusan.
“SKD CPNS bertujuan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik pelamar, serta memastikan apakah mereka memenuhi standar kompetensi dasar PNS,” tambah Anas.
Sementara itu, Plt Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, menjelaskan bahwa total pendaftar seleksi CPNS tahun 2024 mencapai 3.568.212 orang, dengan 3.035.717 di antaranya dinyatakan Memenuhi Syarat, dan 532.495 dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat.
“Peserta yang Memenuhi Syarat berhak mengikuti SKD 2024 atau menggunakan nilai SKD 2023,” ungkap Haryomo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SKD CPNS digelar di 339 lokasi, termasuk di BKN Pusat, 14 Kantor Regional, 21 UPT BKN, 75 lokasi mandiri, 135 lokasi mandiri instansi, dan 93 lokasi luar negeri.
Haryomo juga mengimbau para peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergoda dengan tawaran kelulusan yang tidak sah.(BY)






