Sungai Penuh – Perjalanan blusukan Alfin – Azhar di delapan kecamatan mendengar langsung keluhan, baik PNS, honorer maupun masyarakat, diketahui akar masalah kerusakan disegala lini di Kota Sungai Penuh.
Sejumlah PNS menutur ke Alfin, bahwa untuk satu jabatan tertentu diwajibkan setor sejumlah uang, setoran tidak sampai disitu, bahkan berlanjut hingga jabatan berakhir, jika tidak setor, resiko dinon job.
Hal itu disampaikan Alfin-Azhar saat kampanye di Dusun Sungai Akar, Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, Jumat, (11/10/2024).
Pernyataan itu, spontan disambut gemuruh ribuan masyarakat, Al-Azhar… Bersatu, Al-Azhar…. Menang, Al-Azhar Juara.
Tidak itu saja, tekanan juga dialami sejumlah honorer, mereka mengakui dipaksa harus mendukung pasangan itu, jika tidak, resiko diberhentikan.
Keluhan juga dirasakan masyarakat bahwa pembangunan tidak merata. Azhar menyebutkan, bahwa ia tahu persis, rehab badan jalan dan turap di Desa Pelayang Raya tidak dilaksanakan.
“Pemenang tender sudah ada, tapi dibatalkan, karena setoran tidak sesuai,” ungkap Azhar calon wakil Walikota, itu kenyataan, bukan rahasia lagi, teriak massa.
Alfin menambahkan keluhan lain, pemotongan gaji honorer dengan tujuan tidak jelas. Selain itu, agar diterima menjadi pegawai kontrak (PPPK) harus merogoh kocek puluhan juta.
“Pola birokrasi yang dipraktekan sekarang tidak mencerminkan seorang pemimpin yang seharusnya mensejahterakan rakyatnya,” ujar Alfin.
Alfin berjanji, akan membasmi praktek tidak sehat dalam birokrasi yang selama ini terjadi.”Kami akan menghapus semuanya, mau jadi apa, tidak ada pakai uang, asalkan sesuai dengan keahlian,” sebutnya lagi.
Teriakan massa pun lantang, “cukup sekali, jangan biarkan semakin rusak,” disambut gemuruh, Alfin Juara.
Pernyataan Al-Azhar didukung pengurus lima partai pengusung, Gerindra, PAN, Nasdem, Hanura dan PKB.
Mereka menyerukan kepada PNS, tenaga honorer, jangan takut, jika ada intervensi dan pemaksaan harus memilih calon tertentu, lawan dan pilihlah sesuai hati nurani. “Al-Azhar” terbaik, jika ada yang baru, kenapa harus pilih yang usang.
Lima partai pengusung memiliki 9 kursi di DPRD. Jika ada intervensi, laporkan segera. Jangan takut!” seru perwakilan partai Hanura, disambut kompak oleh pengurus lainnya, bertekad memenangkan Alfin dan Azhar no urut 1 pada Pilwako 27 November mendatang. (al)






