Pertamina Pastikan Stok LPG 3Kg Aman di Payakumbuh

AMAN- Pertamina memastikan distribusi dan stok LPG 3 kg di Kota Payakumbuh aman. (ist)


Payakumbuh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan distribusi dan stok LPG 3 kilogram (kg) di Kota Payakumbuh saat ini dalam kondisi aman.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Kamis (25/5/2023) mengatakan, saat ini, distribusi elpiji 3 kg di Kota Payakumbuh lancar dan stok LPG 3 kg aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Distribusi LPG 3 kg lancar dan stok LPG 3 kg tersedia dan tidak ada kelangkaan di Payakumbuh,” ujar Satria.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan LPG 3 kg sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah. Rata-rata penyaluran LPG 3 kg untuk Payakumbuh sebanyak 6.720 sampai 7.280 tabung perhari.

Satria mengimbau agar masyarakat bijak dalam menggunakan energi dalam hal ini LPG dan BBM. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu panik dan khawatir tentang ketersediaan BBM dan LPG. LPG 3 kg merupakan LPG yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran dan petani sasaran.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan terus memantau ketersediaan stok LPG 3 kg di lapangan. Kami imbau agar penggunaan LPG subsidi hanya untuk masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran dan petani sasaran,” katanya.

Sebelumnya pada Kamis (18/5/2023), penyaluran LPG sempat mengalami kendala. Lalu pada Selasa (23/5/2023), masyarakat di tiga kelurahan (Tigo Koto Dibaruah, Subarang Batuang, dan Parak Batuang) mengeluhkan kelangkaan LPG.

Menindaklanjuti informasi kelangkaan elpiji 3 kilogram, tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pangkalan gas yang ada di daerah tersebut, Rabu (24/5/2023).

Berdasarkan sidak yang dilakukan oleh Satpol PP dan pihak pemko, tidak ditemukan adanya kelangkaan, karena sudah ter-supply oleh penyaluran yang sudah terjadwal.

Terkait dugaan pangkalan fiktif, Pertamina saat ini sedang menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan di lapangan. “Jika terbukti, kami akan melakukan pembinaan terhadap agen dan penarikan alokasi sesuai jumlah pangkalan yang fiktif tersebut,” terang Satria. (maya)