BCA UMKM Fest 2024, Solusi untuk Permodalan UMKM di Indonesia

30 juta UMKM di Indonesia belum terhubung dengan bank
30 juta UMKM di Indonesia belum terhubung dengan bank

Jakarta – Lebih dari 30 juta UMKM di Indonesia belum terhubung dengan layanan perbankan. Mayoritas UMKM di Indonesia adalah pengusaha kecil yang bergantung pada modal sendiri.

“Lebih dari 30 juta UMKM yang berada di wilayah di Indonesia belum terhubung dengan bank,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara BCA UMKM Fest 2024, dikutip Kamis (8/8/2024).

Kendala utama dari masalah ini adalah belum meratanya informasi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Banyak UMKM yang tidak menyadari bahwa mereka layak mendapatkan pinjaman dari bank.

Untuk menyasar sektor UMKM, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengadakan UMKM Fest 2024 sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia.

“Peran penting UMKM bagi perekonomian Indonesia semakin menguat. Karena itu, kolaborasi antara UMKM dengan berbagai pihak harus semakin intensif dilakukan, disertai pemberian akses yang lebih baik terhadap pasar, sumber daya, dan jaringan demi meningkatkan daya saing pelaku usaha,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

BCA berusaha membantu UMKM dalam berbagai aspek, termasuk akses modal, promosi produk, dan peningkatan kualitas produk. Semangat masyarakat dalam usaha dan peran UMKM sangat signifikan bagi kondisi perekonomian nasional.

“Sektor UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia selama ini. Pada 2023, kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta menyerap sekitar 117 juta pekerja (97%) dari total tenaga kerja,” ujar Teten Masduki.

Salah satu peran dari BCA adalah mendampingi perkembangan UMKM di berbagai wilayah Indonesia dan berusaha menyediakan akses keuangan yang dapat menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah.

“Peran penting UMKM bagi perekonomian Indonesia semakin menguat. Oleh karena itu, kolaborasi antara UMKM dengan berbagai pihak harus semakin intensif dilakukan, disertai pemberian akses yang lebih baik terhadap pasar dan sumber daya untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha,” ujar Jahja Setiaatmadja.(BY)