Solsel  

Jadikan Rumah Gadang Perkuat Karakter Anak Keponakan 

Finalis
Anggota DPD RI Emma Yohanna didampingi Pembina RGI Efrida Aziz dan Rossy, Ketua Yayasan RGI Agung Hariyona dan dewan juri serta 14 peserta yang masuk ke semifinal, Minggu (28/7/2024) pagi.

Solsel, fajarharapan.id — Bupati Solok Selatan Khairunas ajak Datuak dan Kaum jadikan rumah gadang dalam memperkuat karakter anak keponakan. Hal diungkapnya saat peresmian Rumah Gadang Persukuan Malayu Koto Keciak di Jorong Tanggo Akar, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Senin (27/5/2024).

Bupati menyebut, Rumah Gadang memiliki makna yang bernilai tinggi dan dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, yakni alam takambang jadi guru. 

Sebab rumah gadang terinspirasi dari dalam daun Bungo yang terkandung di dalamnya. Ukir dan jangka, alua Jo patuik. Alur dan kepatutan dan rasa dan pareso. Nilai ini mesti jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari kaum rumah gadang.

“Membangun rumah gadang bukan milik perseorangan, tapi milik kaum atau masyarakat untuk dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, jagalah semua kepentingan anak keponakan memalui musyawarah mufakat. Serta keberadaan rumah gadang ini kita harapkan dapat memperkuat karakter anak keponakan melalui adat, budaya, ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” pesa Bupati Khairunas.

Khairunas mengingatkan Pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang pembangunan termasuk adat dan budaya. 

Sebagai daerah paling terkahir didirikan di Sumbar. Masih banyak ketertinggalan Solsel dari berbagai bidang. Karena itu perkuat nilai adat dan budaya. Terutama kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Anak keponakan kaum hari ini akan menjadi pemimpin di Pemerintah, di kaum, dan di luar daerah. Niniak mamak juga perlu mempersiapkan juga SDM, adat ini harus dibawa keluar.  Sehingga nilai adat dan budaya kita di kenal oleh masyarakat di luar Sumatera Barat. Selagi ado bumi di pijak, Minang Iko tidak akan hilang,” tuturnya.

Pimpinan Persukuan Malayu Koto Kaciak Zulkarnaini Datuak Pintu Basau bersyukur, hari ini telah diresmikan Rumah Gadang Suku Malaku Koto Kaciak oleh Bupati Solsel setelah seminggu dilakukan persiapan oleh kaum atau anak keponakannya.

“Renovasi sudah dilakukan sejak tahun 2022 lalu hingga 2023. Pelaksanaan renovasi ini di mulai sejak tahun 2022 Pembangunan ini berkat semangat dan kerja keras anak keponakan dengan gotong royong menyumbangkan tenaga dan materil. Termasuk bantuan Pemkab Solsel di tahun 2023.

“Rumah gadang ini ada 11 ruangan dan merupakan rumah gadang terpanjang di Kecamatan Sangir. Badan sampai kaki hingga ke puncak kepala, sudah lurus berdiri. Kalau wajah belum tampak, seperti puncak Gonjong teras rumah gadang belum di bangun karena keterbatasan anggaran,” ungkap Datuak Pintu Basau itu.

Seiring prosesi peresmian dan syukuran di Rumah Gadang Suku Malaku Koto Kaciak, Zulkarnaini juga merekatkan atau meresmikan gelar Bujang Sambilan kepada dua orang anak keponakannya yakni Sandi Dubalang Kayu Merah dan Rajo Alamanang.

“Semoga kita semua Sahilia samudiak, saayun salangkah dalam melestarikan rumah gadang ini dan membangun silaturahmi sesama kaum Malayu Koto Kaciak,” ungkap Dt Pintu Basau itu. (SDW)