Solsel, fajarharapan.id— Kabupaten Solok Selatan masih dilanda hujan setiap harinya, diharapkan masyarakat dan para pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing diminta untuk tetap waspada ketika ada tanda-tanda bencana susuladn terjadi.
Ke 73 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi setelah daerahnya di landa banjir bandang, sehingga kerusakan satu unit jembatan permanen dan areal pertanian sawah di Sungai Manau, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Mereka terdampak bencana bersamaan dengan yang terjadi di Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang.
“Walau sudah kembali ke rumah masing-masing, kewaspadaan terhadap bencana susulan juga sangat di harapkan. Karena kondisi Solsel masih dilanda hujan lebat setiap harinya,” kata Kepala Dinas Kominfo Solok Selatan, Firdaus Firman, Jumat (24/5/2024) di Padang Aro.
Memang katanya bencana ini tidak diharapkan adanya. Akan tetapi tidak seorangpun yang tahu kapan bencana itu datang. Oleh karena itu, kewaspadaan meski menjadi salah opsi alternatif dalam menyikapi kemungkinan bencana itu terjadi.
Khususnya di Sungai Manau, Nagari Pakan Rabaa dan di Pintu Kayu Nagari Pakan Rabaa Timur. Dua daerah ini dilanda banjir bandang.
“Mudahan saja bencana tidak terjadi lagi, namun kita semua harus tetap waspada pada musim hujan ini. Termasuk di 6 kecamatan lainnya di Solsel,” jelasnya.
Kalaksa BPBD Novi Hendrix mengatakan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pun meminta masyarakat untuk selalu waspada dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada musim hujan saat ini. Baik banjir maupun longsor.
Meskipun sejak Minggu (19/5) kemarin pengungsi sudah pulang, akan tetapi masih ada potensi yang meski harus diwaspadai.
“Waspada itu penting demi menyelamatkan diri ketika terjadi bencana susulan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, menurut hasil pemetaan yang telah dilakukan bersama dengan pengelola TNKS, masih terdapat potensi longsor yang mengarah pada rumah warga di Sungai Manau.
Pemetaan risiko bencana untuk melihat kantung longsoran. Ada beberapa potensi di situ, cuma yang berpotensi cuma satu ke pemukiman sesuai ilmu kebencanaan.
“Setidaknya jika longsor tersebut terjadi, terdapat 13 rumah warga yang akan terdampak kondisi tersebut. Jika longsor dan banjir susulan kembali terjadi,” jelasnya.
Guna meminimalisir potensi ini, BPBD bersama dengan pemerintah nagari dan warga Mudiak Sungai Manau akan gotong royong bersama membersihkan lokasi longsor tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten juga telah mengerahkan alat berat untuk membantu pembersihan lokasi ini.
“Goro membersihkan potensi longsor dengan masyarakat dan alat berat salah satu upaya pencegahan dini banjir dan longsor susulan terjadi,” tutupnya. (SDW)






