Solsel,fajarharapan.id— Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dinilai berpotensi konflik. Kondisi ini akan menjadi tugas berat akan dipikul oleh 35 orang Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) setelah dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solok Selatan Ade Kurnia Zelly, Kamis (16/5/2024) di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solsel.
PPK sendiri akan bekerja lebih kurang 8 bulan, kalau pada Pileg 2024 lalu masa kerja PPK 1,5 tahun. Pada Pileg potensi konflik kurang, kondisi ini akan jauh berbeda dengan Pilkada nantinya
Sebab itu, Ketua KPU Solok Selatan Ade Kurnia Zelly mengingatkan kepada PPK, yang paling utama itu perlu
“Kita harap PPK bisa menjaga dan membentuk soliditas kerja yang baik di wilayah kecamatan masing-masing. Kesampingkan egosektoral, atau cadiak surang. Namun dimintanya PPK harus bekerja kolektif kolegial, saling melengkapi dalam bertugas dilapangan. Kalau ada masalah, segera rembukan penyelesaiannya dengan aturan Undang-Undang dan per KPU,” tegas Ketua KPU Solsel Ede Kurnia Zelly.
Jika PPK l bekerja sesuai peraturan perundang-undangan. Akan bermuara pada kesuksesan Pilkada berjalan dengan aman, dan kondusif. Syaratnya pahami aturan, loyalitas, komunikatif, dan solid.
Loyalitas kepada disamping memahami kenapa Undang-undang ini lahir, per KPU lahir. Wajib dipahami dengan utuh dan jangan sampai ada bertabrakan ketika pelaksanaan tugas di lapangan.
“Komunikatif eksternal dengan stakeholder, seperti Camat dan jajaran, Kapolsek dengan jajaran dan dengan masyarakat juga diharapkan. Serta lebih produktif dalam bekerja,” harapnya.
Pada puncak pemilu 27 November 2024, potensi kerusuhan, masalah, keamanan pasti akan terjadi. Disana letak kerja PPK dilapangan, bangun komunikasi dengan baik, perdalam ilmu terkait kepemiluan seperti undang-undang, perKPU dan lain wajib lebih di pahami secara mendalam. Karena itu pegangan dalam melaksanakan tugas.
“Soliditas, loyal, komunikatif akan dapat memperlancar seluruh kerja PPK dilapangan. Kita tidak mendengar PPK itu dinilai negatif oleh masyarakat di lapangan. Kalau dipercaya, jaga amanah itu dengan baik dalam masa kerja 8 bulan dari hari ini dilantik sebagai PPK hingga Pilkada selesai,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Syamsurizaldi menyampaikan permohonan maaf Bupati dan Wabup tidak bisa hadir pada pelantikan, karena ada tugas yang tidak luar daerah.
Dia menutur selamat menjalankan tugas dan penuh tanggungjawab. Dalam bekerja untuk negara semangat, soliditas, loyalitas, komunikatif. Jangan sampai kerja merusak diri dan mencelakakan diri dengan tugas yang di emban.
Rekan jejak integritas PPK yang akan menjadi penentu jalur karir yang selama ini berkiprah sebagai petugas KPU.
“Hajat besar harus kita laksanakan dan sukseskan secara bersama-sama. Membantu secara penuh tugas kepemiluan sebagai lembaga independen dan teknik dalam kepemiluan itu,”
Saya pikir tidak terlalu berat, sebab wajah lama masih ada di dalam tubuh PPK itu sendiri yang dilantik hari ini. Jalankan tugas dengan baik dan benar.
Potensi konflik lebih besar pada Pilkada dibandingkan Pileg. Meski surat suara sedikit, tapi potensi konflik banyak dan bisa terjadi pada pemilihan nantinya.
“Sepanjang berkomunikasi dengan baik. Kalau tidak tau, jangan malu bertanya. Perbanyak diskusi dan memahami kondisi Pilkada di wilayah masing-masing. Tidak ada kaca yang pecah dan tidak ada yang ribut-ribut,” tutupnya. (35)






