Kotim  

Antisipasi Kebakaran, Bupati Kotim Upayakan Alat Pemadam Portabel di Setiap Kecamatan

Sampit, fajarharapan.id – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dengan mengupayakan pengadaan alat pemadam portabel di setiap kecamatan.

“Sehubungan dengan kebakaran di Kelurahan Kuala Kuayan, jadi pertimbangan kami ke depan secara bertahap, khususnya di ibu kota kecamatan, perlu alat pemadam portabel,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa (25/6/2024).

Hal ini disampaikan setelah ia mengunjungi dan menyalurkan bantuan bagi warga korban kebakaran di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh kepala Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pejabat lainnya.

Pada Kamis (20/6) lalu, terjadi kebakaran di Kelurahan Kuala Kuayan yang menyebabkan empat rumah habis terbakar dan satu bangunan walet rusak berat, serta satu rumah rusak ringan. Lima kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 28 orang kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 18:15 WIB dan berlangsung dengan cepat karena material bangunan yang terbuat dari kayu tanpa memberikan kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Halikinnor menekankan pentingnya pengadaan alat pemadam portabel karena lokasi Kelurahan Kuala Kuayan cukup jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga waktu yang diperlukan bagi petugas pemadam untuk tiba di lokasi cukup lama.

“Yang namanya musibah tidak bisa ditebak, tapi paling tidak bisa kita antisipasi. Kami merasa prihatin dan sedih atas musibah yang menimpa warga, semoga ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Bupati Kotim juga menanggapi permintaan warga untuk pengadaan unit tangki pemadam kebakaran. Ia menjelaskan bahwa penempatan tangki pemadam harus disertai dengan tenaga terlatih, karena tidak sembarang orang dapat mengoperasikan peralatan pemadam dengan efektif.

Untuk memperkuat antisipasi kebakaran, Halikinnor berencana mengutamakan pengadaan alat pemadam kebakaran portabel yang lebih sederhana dan melatih relawan pemadam kebakaran untuk mengoperasikannya. Dalam hal ini, Pemkab Kotim akan berkolaborasi dengan perusahaan besar swasta untuk mendukung pengadaan alat pemadam.

“Saya sudah minta camat untuk menginventarisir perusahaan besar swasta yang ada. Misalnya, satu perusahaan bisa membantu dengan donasi Rp50 juta untuk pengadaan alat pemadam,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan langsung kepada korban kebakaran seperti sembako, seragam sekolah, peralatan dapur, dan uang tunai sebesar Rp15 juta dari DPA Dinas Sosial, Halikinnor juga berupaya untuk menyediakan bantuan material bangunan senilai Rp50 juta melalui Dinas PUPR. Bantuan ini diharapkan dapat membantu korban membangun kembali rumah mereka yang terbakar.

“Bantuan ini mungkin tak seberapa menggantikan kerugian yang dialami, tapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga yang rumahnya terkena musibah,” tambahnya.

Halikinnor menutup pernyataannya dengan pesan kepada warga yang terkena musibah agar tetap tabah menghadapi cobaan ini dan terus semangat melanjutkan kehidupan mereka. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil hikmah dari kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati di masa mendatang.

Selain fokus pada mitigasi kebakaran, Bupati Kotim juga menyempatkan diri untuk memantau kegiatan khitanan massal gratis yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Kuala Kuayan, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat.

Anita Oktaviani, salah seorang korban kebakaran, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan oleh bupati dan pemerintah kecamatan serta polisi setempat.

“Kami berterima kasih bupati mau mengunjungi dan melihat langsung kondisi kami di sini sekaligus menyalurkan bantuan. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi kami,” ucapnya.

Anita menceritakan bahwa saat kejadian, ia sedang menyapu halaman rumahnya ketika tiba-tiba melihat bagian belakang rumah sudah terbakar. Meskipun berusaha memadamkan api dan mencabut aliran listrik ke peralatan elektronik, api yang cepat menyebar membuatnya harus segera menyelamatkan diri bersama anak-anaknya.

“Kami mohon bantuan alat pemadam, supaya kejadian seperti ini tidak terulang dan jika terjadi kebakaran, dapat segera ditangani,” harapnya.

Selain bantuan kebakaran, Pemkab Kotim juga menyalurkan bantuan beras dari cadangan pangan pemerintah daerah sebanyak 2.500 sak ukuran lima kilogram untuk warga yang terdampak banjir di Kecamatan Mentaya Hulu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, menjelaskan bahwa penyaluran ini adalah kelanjutan dari bantuan sebelumnya yang telah disampaikan kepada warga yang terdampak banjir. (audy)