Kotim  

Kotim Anggarkan Rp1,8 Miliar untuk Guru Ngaji, Jika Memungkinkan Tahun Depan Bakal Naik

Halikinnor.
Halikinnor.

Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk memberikan insentif kepada seribu guru ngaji yang bukan pegawai negeri sipil (PNS).

“Kita menganggarkan seribu guru ngaji menerima insentif Rp1,8 juta setiap orang tahun ini,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 24 Juni 2024.

Insentif ini diberikan sekali dalam setahun sebagai bentuk apresiasi terhadap guru-guru yang membimbing anak-anak di Kotim dalam belajar baca tulis Al-Quran.

Halikinnor menjelaskan bahwa insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para guru ngaji yang memiliki peran penting dalam membangun moral dan spiritual generasi muda di daerah ini.

Menghadapi tantangan di tengah kemajuan teknologi, para guru ini tetap gigih mengajak anak-anak untuk mengaji meski mereka lebih tertarik bermain gadget.

Selain itu, banyak orang tua yang kurang memiliki waktu untuk mengajarkan anak-anaknya membaca Al-Quran, sehingga peran guru ngaji menjadi sangat vital.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kotim berencana menaikkan anggaran insentif guru mengaji tahun depan menjadi Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per orang, jika anggaran daerah memungkinkan.

Halikinnor juga mengajak para guru ngaji non-PNS yang belum terdaftar untuk segera melaporkan diri agar dapat menerima insentif ini.

Dalam silaturahmi dengan para guru mengaji se-Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati, Halikinnor menyampaikan bahwa para guru ngaji sering menghadapi tantangan besar.

Banyak dari mereka mengajar dengan ikhlas meski hanya mendapatkan bayaran Rp5 ribu setiap bulan yang kadang terlambat dibayarkan oleh orang tua murid.

“Saya juga meminta agar dibentuk asosiasi atau pengurus guru ngaji agar pemerintah daerah mudah menjalin komunikasi. Agar keluhannya bisa tersampaikan misalnya musholanya tidak layak, Al-Quran rusak atau guru ngaji tergolong miskin rumahnya tidak layak akan dilakukan bedah rumah,” tandasnya.

Dengan adanya insentif dan perhatian lebih dari pemerintah, diharapkan para guru ngaji di Kotim dapat terus bersemangat dalam menjalankan tugas mulianya.(audy)