Sampit, fajarharapan.id – Memanfaatkan libur sekolah yang panjang, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengadakan sunatan massal, memberikan kesempatan bagi ratusan anak untuk disunat secara gratis.
Bupati Halikinnor membuka acara sunatan massal ini di aula rumah jabatan bupati Kotim di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada hari Senin (24/6/2024).
Sebanyak 280 anak mengikuti kegiatan ini. “Kami melaksanakan sunatan massal karena bertepatan dengan libur sekolah yang cukup panjang, jadi anak-anak memiliki waktu cukup untuk beristirahat setelah disunat,” ujar Halikinnor.
Acara ini turut dihadiri oleh pejabat daerah seperti Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Umar Kaderi dan Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Irfansyah. Halikinnor menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap keluhan warga tentang mahalnya biaya sunat, yang saat ini berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.
“Kami mendengar keluhan warga mengenai biaya sunat yang mahal, sehingga kami berinisiatif mengadakan sunatan massal ini agar dapat meringankan beban mereka, terutama bagi anak-anak yang belum disunat,” jelas Halikinnor.
Bagi umat Islam, sunat adalah kewajiban bagi yang sudah baligh. Selain itu, sunat juga memiliki manfaat kesehatan, seperti mengurangi risiko penularan penyakit. Oleh karena itu, kegiatan ini juga diikuti oleh anak-anak dari berbagai agama, termasuk Kaharingan, Kristen, dan Katolik.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi, terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai 905 anak dari 16 kecamatan dalam beberapa hari. Halikinnor bersyukur banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya kegiatan ini.
Sebanyak 67 perawat, tiga apoteker, dua dokter, dan tujuh tenaga kesehatan dikerahkan untuk mendukung kegiatan ini. Selain itu, 21 puskesmas juga disiapkan untuk menangani sunatan di berbagai kecamatan. “Kami sangat mengapresiasi bupati yang telah membantu masyarakat dengan kegiatan ini,” katanya.
Peserta sunatan massal ini kebanyakan adalah anak-anak SD, namun ada juga beberapa anak TK, SMP, hingga orang dewasa yang ikut serta. Umar Kaderi mengingatkan para orang tua untuk memeriksakan kondisi anak mereka secara berkala ke puskesmas terdekat guna menghindari infeksi pasca sunat. (audy)






