Kotim  

Kotim Bersiap untuk Evaluasi Smart City 2024 di Bali

Marjuki
Marjuki

Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kotim, melalui Diskominfo, bersiap menghadapi evaluasi tahap pertama program Smart City 2024 yang akan dilakukan Kemenkominfo 24-27 Juni 2024 di Bali.

“Kami akan dievaluasi minggu depan terkait pelaksanaan Smart City. Ini adalah tantangan besar bagi kami. Sebagai Wakil Ketua Smart City di Kotim, saya akan menghadapi evaluasi di Bali,” ujar Kepala Diskominfo Kotim, Marjuki, di Sampit, Jumat (21/6/2024).

Kotim telah terpilih sebagai salah satu kabupaten dalam program Gerakan Menuju Kota Cerdas atau Smart City sejak 2022. Marjuki menjelaskan bahwa program Smart City lebih dari sekadar membangun kota cerdas; tujuan utamanya adalah mendorong inovasi dari setiap organisasi perangkat daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu inovasi terbaru adalah pabrik pengelolaan limbah medis yang diresmikan oleh Bupati Kotim, Halikinnor. Inovasi ini berkontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Contoh lainnya adalah sistem registrasi online di RSUD dr Murjani yang memudahkan masyarakat mengecek antrean dan jadwal dokter. Jika dokter yang dituju tidak ada, pasien tidak perlu datang ke rumah sakit, sehingga menghemat waktu dan biaya.

“Kami berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat agar lebih mudah, praktis, efektif, dan efisien. Misalnya, sistem yang diterapkan di rumah sakit memungkinkan masyarakat mendapatkan kepastian tanpa perlu mendatangi rumah sakit jika dokter tidak tersedia,” jelas Marjuki.

Evaluasi tahap pertama program Smart City 2024 oleh Kemenkominfo merupakan tantangan bagi Diskominfo untuk menunjukkan implementasi dan kemajuan program Smart City di Kotim. Oleh karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mempersiapkan jawaban atas pertanyaan yang kemungkinan diajukan oleh tim asesor. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan berkaitan dengan tugas Diskominfo, terutama dalam bidang Smart Governance dan statistik.

Marjuki juga mengakui bahwa implementasi Smart City di Kotim masih perlu penyempurnaan. Namun, melalui evaluasi ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kekurangan untuk diperbaiki di masa mendatang. (audy)