Kota Pariaman – Para Bundo Kanduang memiliki peran dan tugas yang penting menanamkan nilai-nilai adat budaya Minangkabau dalam keluarga dan masyarakat. Mulai dari budaya malu, sopan santun, etika, adab dan lain sebagainya kepada generasi penerus.
Hal itu disampaikan PJ Walikota Roberia ketika memberikan sambutan pada pelantikan dan pengukuhan Bundo Kanduang Kelurahan Lohong, Pariaman Tengah, di Café Tongkopi, Sabtu siang (22/6/2024).
Ia sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Pengurus Bundo Kanduang yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Dengan adanya organisasi Bundo Kanduang, sambung Roberia, ini pertanda adat budaya Minangkabau itu melekat pada diri orang Minang dimana mereka berada. Karena, melalui eksistensi para Bundo Kanduang lah, budaya adat Minangkabau dirawat dan dijaga.
“Peran Bundo Kanduang dapat kita tampilkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi kepada anak-anak kita, sebagai generasi penerus bangsa ini. Sehingga kita mempunyai anak berakhlak dan budi pekerti yang luhur serta pintar. Nantinya akan melahirkan pemimpin yang baik pada masa mendatang,” jelasnya.
Roberia sebutkan sesuai dengan falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Alam Takambang Jadi Guru. Karena, keberadaan budaya Minangkabau telah menempatkan kedudukan Bundo Kanduang pada posisi yang sangat tinggi dan mulya.
“Jadi Bundo Kanduang memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau untuk membentuk akhlak dan etika generasi muda” tegas PJ Walikota Roberia.
Oleh sebab itu, ia berharap dengan adanya peran Bundo Kanduang akan mampu menyelesaikan permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili, maupun di lingkungan tempat tinggal.
“Walaupun Bundo Kanduang itu seorang perempuan, juga sebagai pemimpin dalam kaum, maupun sebagai pemimpin masyarakat dalam kampung dan Nagari,” tutupnya.(mc/ssc).






