Sampit, fajarharapan.id – Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harati, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Deny Hidayat berkomitmen membantu anak-anak putus sekolah dan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa batas usia.
Menurut Deny, minat masyarakat terhadap PKBM Harati menurun dalam dua tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan kurangnya sosialisasi tentang pendidikan kesetaraan dan kasus pemalsuan ijazah yang mencatut nama PKBM.
Pada tahun 2022, muncul kasus di mana oknum memperjualbelikan ijazah pendidikan non formal atau paket melalui media sosial menggunakan nama PKBM Harati. Kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian, dan pelaku telah ditangkap.
Deny menjelaskan bahwa kasus pemalsuan ijazah tersebut sangat merusak reputasi lembaga dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan.
“Kasus ini jelas menjadi sandungan bagi lembaga kami, karena fokus lembaga terbagi-bagi untuk mengurus kasus ini, sehingga pengelola tidak fokus menyosialisasikan ke masyarakat terkait pendidikan kesetaraan,” tuturnya, Rabu (5/6/2024).
Meski demikian, PKBM Harati tetap semangat membantu masyarakat Kotim melanjutkan pendidikan melalui jalur pendidikan non formal atau program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Beberapa strategi telah disiapkan untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat, di antaranya bekerja sama dengan desa-desa di Kotim untuk menyelenggarakan dan menyosialisasikan pendidikan kesetaraan secara gratis dari awal hingga penerimaan ijazah.
PKBM Harati juga menjalin kerja sama dengan pondok pesantren untuk penyetaraan pendidikan non formal dan pondok, agar lulusan pondok pesantren dapat memiliki ijazah kesetaraan yang diakui. Selain itu, PKBM Harati memberikan informasi secara terbuka, akuntabel, dan terkini melalui website resmi mereka di www.pkbmharati.com. Deny berharap dengan cara ini masyarakat tidak akan tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Deny mengajak masyarakat yang putus sekolah atau tidak mampu mengakses pendidikan formal untuk tidak takut atau ragu melanjutkan pendidikan melalui jalur pendidikan non formal di lembaga resmi. “Lulusan pendidikan non formal atau sekolah paket setara dan sama dengan lulusan pendidikan formal, karena sama-sama memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN),” jelasnya.
Deny juga menyebut beberapa lulusan Paket C dari PKBM Harati yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dan beberapa yang bekerja di luar negeri. “Jadi, peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun dunia kerja sama,” tambahnya.
PKBM Harati, yang berdiri sejak 2016 di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, telah meluluskan lebih dari 1.000 peserta didik. PKBM Harati menyediakan tiga paket pendidikan kesetaraan: Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA. Dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis bagi masyarakat tidak mampu, tanpa pungutan biaya penulisan rapor dan penebusan ijazah.
Selain pembelajaran pengetahuan, PKBM Harati juga memberikan pengembangan diri, pemberdayaan, dan keterampilan seperti menjahit, komputer, tata boga, dan penguatan kompetensi diri. Saat ini, PKBM Harati tengah membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Dengan upaya-upaya ini, PKBM Harati berharap dapat terus berperan dalam membantu masyarakat melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.(audy)






