Pertemuan ANF di NTT, Meningkatkan Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka dan Singapura

Indonesia Singgung Keselamatan Pelayaran Selat Malaka-Singapura.
Indonesia Singgung Keselamatan Pelayaran Selat Malaka-Singapura

Jakarta Delegasi Indonesia mengharapkan bahwa pertemuan internasional The 30th Aids to Navigation Fund (ANF) Committee Meeting di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan meningkatkan keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura.

“Kami berharap para peserta dalam pertemuan ini dapat berdiskusi secara intensif, bertukar keahlian dan pengalaman, serta memberikan fokus maksimal pada agenda diskusi yang berkaitan dengan isu-isu keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura,” kata Ketua Delegasi Indonesia, Direktur Kenavigasian yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Kenavigasian, Nanditya Darma Wardhana dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (31/5/2024).

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menjadi tuan rumah pertemuan The 30th Aids to Navigation Fund (ANF) Committee Meeting yang diadakan di Labuan Bajo, NTT.

Nanditya menekankan bahwa forum ini merupakan salah satu platform utama bagi negara-negara pengguna dan pemangku kepentingan untuk bertemu dan melakukan diskusi terbuka dengan negara-negara pesisir Selat Malaka dan Singapura, yang merupakan jalur pelayaran yang sangat penting di dunia.

“Melalui forum ini, kami mengundang negara pengguna dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyediaan dan pemeliharaan alat bantu navigasi di Selat Malaka dan Singapura,” ungkap Nanditya.

Dia mengatakan bahwa mereka menantikan diskusi yang bermanfaat dan semangat kerja sama antara negara-negara pesisir, industri, dan pemangku kepentingan, sesuai dengan Pasal 43 UNCLOS 1982, yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah tersebut.

Nanditya juga berharap bahwa melalui pertemuan ini, mereka dapat menemukan metode atau ide baru yang dapat melibatkan lebih banyak negara pengguna dan pemangku kepentingan serta untuk memastikan kelangsungan ANF.

Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi (Disnav) Tipe B Tanjung Priok, Mugen S. Sartoto, sebagai pimpinan delegasi, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari ANF Committee Meeting ke-29 yang diselenggarakan pada November 2023 di Surabaya, Jawa Timur.

Dia mengapresiasi semua negara pengguna dan kontributor atas partisipasi dan komitmen mereka dalam menjaga dan memastikan keselamatan navigasi di Selat Malaka atau Straits of Malacca and Singapore (SOMS) tetap terbuka dan aman.

Dia juga menyebutkan bahwa selain tiga negara pesisir dan negara pengguna, pertemuan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari negara lainnya, termasuk Republik Rakyat Tiongkok, Republik India, Jepang, Republik Korea, Kerajaan Arab Saudi, Dewan Selat Malaka (MSC), The Nippon Foundation, dan Witherby Publishing Group, serta Baltic and International Maritime Council (BIMCO) yang menghadiri sebagai pengamat.

Pertemuan Komite ANF ke-30 ini juga dihadiri oleh Ketua Delegasi Malaysia, Direktur Departemen Kelautan Malaysia Mohd Hafiz bin Abdul Majid, serta Ketua Delegasi Singapura Assistant Chief Hydrographer, Marine and Port Gary Chew.

Dalam pertemuan ini, masing-masing negara pesisir menyampaikan presentasi yang mencakup laporan tentang pekerjaan pemeliharaan seperti pekerjaan sipil dan struktural, pemeliharaan menara suar, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), suku cadang, dan kelistrikan.(BY)