Perkembangan Penjualan Mobil Listrik Hyundai, Tren Turun dalam Januari-April 2024

Penjualan mobil listrik anjlok, Hyundai blak-blakan ungkap penyebabnya.
Penjualan mobil listrik anjlok, Hyundai blak-blakan ungkap penyebabnya.

Jakarta – Penjualan mobil listrik Hyundai mengalami penurunan selama Januari-April 2024. Penjualan mobil listrik Hyundai merosot dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Ioniq 5, yang menjadi andalan penjualan mobil listrik Hyundai, mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data Gaikindo yang merujuk pada penjualan secara grosir (dari pabrik ke dealer), selama bulan April 2024, hanya terjual 51 unit Ioniq 5, mengalami penurunan hingga 95 persen dibandingkan dengan bulan April 2023 yang mencatat penjualan sebanyak 716 unit.

Pada Januari-Maret 2023, penjualan Ioniq 5 cukup tinggi, dengan penjualan sebanyak 234 unit pada Januari, 213 unit pada Februari, dan 592 unit pada Maret.

Sementara itu, pada Januari-Maret 2024, penjualan Ioniq 5 secara berturut-turut adalah 268 unit pada Januari, 34 unit pada Februari, dan 93 unit pada Maret.

Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, mengungkapkan penyebab penurunan penjualan mobil listrik, termasuk mobil Hyundai.

Menurutnya, konsumen masih menunggu kebijakan dari pemerintah sebelum memutuskan untuk membeli mobil listrik.

Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) berakhir pada Desember 2023. Selanjutnya, pemerintah memberikan insentif PPN DTP untuk Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai roda empat tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai bus tertentu untuk tahun anggaran 2024 pada bulan Februari.

Insentif untuk mobil listrik ini mampu meningkatkan penjualan.

“Dalam penjualan mobil listrik kita mengalami penurunan yang cukup signifikan. Mengapa? Karena pertama kita menunggu sampai Februari bahwa peraturan pemerintahnya agak mundur sehingga pelanggan masih menunggu dan melihat,” kata Soerjo di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, Jumat (24/5/2024).

Setelah Februari, menurutnya, konsumen juga masih menunggu adanya insentif dari pemerintah. Ditambah dengan adanya wacana insentif untuk mobil hybrid. Oleh karena itu, konsumen masih menunggu penurunan harga sebelum membeli mobil listrik.

“Saat ini pelanggan juga masih menunggu dan melihat. Mengapa? Karena di mobil listrik, ada kebijakan baru terkait CBU, selain insentif untuk yang CKD. Belum lagi ada wacana pemberian insentif untuk mobil hybrid. Jadi saat ini pelanggan semakin menunggu, apakah harga mobil akan turun lagi,” kata Soerjo.(BY)