Pulpis  

Peringatan Warisan Budaya, Festival Olahraga Tradisional Pulpis Menyala dengan Semangat Generasi Muda

Pulang Pisau, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang dikomandoi Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau, Hj. Nunu Andriani membuka Festival Olahraga Tradisional sebagai upaya melestarikan warisan budaya kepada generasi muda, Jumat (26/4/2024).

Dalam pembukaan Festival Olahraga Tradisional tingkat pelajar Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) di Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu, Nunu Andria menegaskan pentingnya tema tersebut sebagai pengantar dalam upaya pelestarian budaya di era digital.

Nunu menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival olahraga tradisional tahun 2024 ini mengusung tema “Melestarikan Warisan Budaya kepada Generasi Muda di Era Digital Melalui Olahraga Tradisional”. Menurutnya, olahraga tradisional menjadi tonggak utama dalam mempertahankan keberlangsungan budaya, sekaligus sebagai sarana pengenalan aktivitas bermakna bagi generasi muda.

“Olahraga tradisional bukan hanya merupakan aktivitas bermain semata, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air, serta menjunjung tinggi kearifan lokal,” ujar Hj. Nunu Andriani.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Nunu Andriani didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk ketua DPRD, staf ahli kepala dinas pendidikan, kepala dinas kebudayaan, kepemudaan, dan olahraga, serta unsur kepala OPD lainnya. Mereka bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada para pelajar yang berpartisipasi dalam festival ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pulpis, kami mengucapkan selamat bertanding kepada para peserta pelajar dalam Festival Olahraga Tradisional tingkat pelajar tahun 2024. Semoga melalui kesempatan ini, kita semua semakin menyadari pentingnya menjaga dan memelihara keberagaman budaya kita,” tutupnya.

Dengan adanya Festival Olahraga Tradisional ini, diharapkan semangat untuk melestarikan warisan budaya terus berkobar dalam diri generasi muda Pulang Pisau. Penyelenggaraan festival ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya dan kebangsaan, serta mendorong generasi muda untuk menghargai dan mempertahankan nilai-nilai luhur leluhur.(FJR)