Fajarharapan.id – Keputusan Anita Susilawati untuk berhenti bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tidaklah mudah. Namun, kini ia justru berhasil sebagai Agen BRILink.
Bekerja di bank adalah impian banyak orang, termasuk Anita Susilawati. Setelah lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Anita sempat bekerja di berbagai bidang sebelum akhirnya melamar pekerjaan di Bank BRI.
“Saya senang bisa diterima menjadi customer service (CS) BRI. Persyaratannya adalah kemampuan berkomunikasi dan pengetahuan yang baik. Saat ujian, saya terus berbicara dengan lancar. Alhamdulillah, saya diterima,” ujar Anita saat ditemui di usahanya, Agen BRILink Lovandra, Pasar Lelang Muara Baru, Jakarta Utara.
Anita awalnya ditempatkan di Kantor Cabang BRI Pluit, lalu setahun kemudian dipindahkan ke Kantor Kas BRI Muara Baru. Di sana, ia banyak bertemu dan melayani para Agen BRILink.
“Ketika ada keluhan dari Agen BRILink atau nasabah baru, saya suka membantu. Saya melayani keluhan nasabah, mengganti kartu, dan membantu dengan mobile banking. Dari mereka, saya belajar banyak, termasuk cara menangani masalah,” kata Anita.
Melihat peluang yang bagus, Anita memutuskan untuk menjadi Agen BRILink sambil tetap bekerja. Ia memberi nama usaha Agen BRILink Lovandra, yang berasal dari Love Anita Hendra.
“Saya mencari lokasi dan menemukan tempat ini. Nasabah saya yang mencarikan, dan lokasinya sangat strategis. Saya buka usaha setelah pulang kerja, sementara shift malam dikelola oleh office boy yang ingin mencari uang tambahan. Sementara suami saya masih bekerja,” ungkap Anita.
Anita menyatakan bahwa Agen BRILink memiliki prospek yang baik karena bisa buka kapan saja, sedangkan bank biasanya tutup sekitar pukul 15.00.
“Di daerah ini belum ada Agen BRILink sebelumnya, jadi peluangnya bagus, terutama pada akhir pekan,” ujarnya.
Menyadari potensi yang bagus dan kebutuhan layanan dari pagi hari, suami Anita, Hendra, akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Indovision (PT MNC Sky Vision Tbk).
“Waktu itu, suami bekerja di call center. Karena melihat banyak nasabah BRILink yang memerlukan transaksi pagi hingga sore, ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengelola BRILink,” jelasnya.
Usaha BRILink mereka terus berkembang pesat seiring waktu. Namun, Anita merasa dilema ketika dipindahkan tugas ke BRI Tanjung Priok.
“Lokasinya jauh dari tempat tinggal kami di rusun. Suami tidak mengizinkan karena wilayah itu penuh dengan kontainer dan pekerjaan di sana membuat saya pulang malam,” jelasnya, yang akhirnya harus berhenti setelah enam tahun bekerja di Bank BRI.
Setelah berhenti, Anita dan Hendra bekerja sama untuk mengembangkan usaha mereka. Mereka terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah.
“Kita harus ramah, tersenyum, dan mengucapkan terima kasih setelah nasabah selesai melakukan transaksi. Ini adalah kebiasaan yang saya pelajari saat bekerja di BRI,” ungkapnya.
Selain layanan yang baik, Anita menjelaskan bahwa keberhasilan Agen BRILink juga ditentukan oleh biaya yang rendah.
“Ambil keuntungan sedikit saja. Dengan begitu, lebih banyak nasabah yang datang. Agen BRILink juga sebaiknya tidak sering tutup. Harus bisa melayani berbagai kebutuhan nasabah. Oleh karena itu, penting untuk menguasai semua fitur yang tersedia di BRILink,” tutur Anita.
Meningkatkan Inklusi Keuangan
Hadirnya Agen BRILink di masyarakat membantu meningkatkan inklusi keuangan. Warga dapat mengakses layanan keuangan BRI tanpa harus pergi ke kantor bank.
“Posisi Agen BRILink adalah perpanjangan tangan dari unit BRI. Nasabah tidak perlu datang ke kantor BRI lagi, tetapi dapat mengunjungi Agen BRILink,” ujar Pimpinan Cabang BRI Kantor Cabang Jakarta Tanjung Priok Bayu Adityo.
Dengan mengunjungi Agen BRILink, kata Bayu, nasabah tidak perlu antre seperti di bank.
“Ketika datang ke bank, orang sering khawatir dengan penampilan mereka. Ini terutama terjadi bagi mereka yang bekerja di pasar, yang mungkin merasa terbebani untuk mandi atau berdandan sebelum pergi ke bank. Jadi, mereka lebih memilih ke agen saja,” jelas Bayu.
Menurut Bayu, konsep Agen BRILink adalah mendekatkan layanan ke pelanggan, sehingga mudah dijangkau.
“Terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari ATM dan kantor BRI, lebih praktis pergi ke Agen BRILink. Belum lagi mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bensin dan parkir,” katanya.
Orang-orang yang menjadi Agen BRILink juga bisa mendapatkan keuntungan. Mereka dapat menikmati fee dari transaksi.
“Satu orang bisa melakukan transaksi berkali-kali, seperti pembayaran pulsa, listrik, dan lainnya. Juga bisa melakukan transfer dan penarikan tunai,” jelas Bayu.
Semakin banyak transaksi yang dilakukan oleh nasabah, semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh oleh Agen BRILink. Ini merupakan tantangan bagi Agen BRILink untuk menarik lebih banyak nasabah.
“Agen BRILink yang sukses umumnya sudah dipercaya oleh masyarakat setempat,” pungkasnya.(BY)






