Meski Ade Sudarman telah mentransfer Rp9 juta untuk uang saku tambahan, tim PS Dharmasraya memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan, menyebabkan hasil Walk Over dengan skor 0-3 bagi tim lawan.
Ade Sudarman menegaskan bahwa sejak awal keberangkatan PS Dharmasraya dalam Liga III, tidak ada donatur lain selain dirinya yang memberikan sumbangan. Meskipun ada kesepakatan awal dengan seorang donatur pengusaha sukses Dharmasraya untuk memberikan Rp10 juta, namun atlet memutuskan mogok sebelum bantuan itu terwujud.
Insiden mogok bertanding oleh tim PS Dharmasraya menciptakan kehebohan di media sosial, dengan sebagian orang menyalahkan (plt) Ketua PSSI Dharmasraya. Ade Sudarman berharap agar opini yang berkembang tidak terkait dengan politik, dan menegaskan bahwa keberhasilan Dharmasraya di dunia sepak bola adalah kebanggaan bersama.
Berbagai tokoh masyarakat dan anak muda Dharmasraya memberikan apresiasi kepada Ade Sudarman sebagai (plt) Ketua PSSI yang telah memberikan perhatian terbaik kepada PS Dharmasraya. Namun, sikap dan mental atlet PS Dharmasraya yang menolak bertanding dengan alasan uang jalan atau angka-angka tetap disayangkan oleh beberapa pihak, yang melihatnya sebagai korban dari keputusan tersebut. (Hanif)






