Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang tahun 2023 tetap terjaga dengan baik. Khususnya terkait realisasi belanja negara yang semakin berkualitas, dengan memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan dari APBN memiliki dampak positif bagi masyarakat.
Sri Mulyani mengapresiasi pengelolaan kas negara yang baik hingga saat ini, meskipun menyadari bahwa masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana mengelola kas secara optimal dan meningkatkan efisiensi dari sisi cashflow.
Peran strategis APBN semakin nyata terasa di tengah tantangan ketidakpastian global, seperti konflik geopolitik, gejolak ekonomi, dan perubahan iklim yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global dan ekonomi Indonesia.
Menurut Menkeu, tantangan ke depan adalah bagaimana mengelola APBN secara lebih optimal. APBN menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan belanja negara diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, seperti subsidi bunga pembiayaan kredit usaha rakyat dan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, belanja negara juga difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui bantuan sosial, subsidi energi, dan transfer ke daerah. Ini berdampak pada tingkat inflasi yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai kisaran 5%.
Sri Mulyani menegaskan bahwa capaian tersebut adalah hasil dari kerja sama dan koordinasi dalam pelaksanaan anggaran negara. Kementerian Keuangan, melalui Ditjen Perbendaharaan, memainkan peran penting dalam penyaluran belanja negara dan pengelolaan kas untuk memastikan kelancaran program pembangunan.
Dalam rangka menjaga dan melanjutkan peran APBN sebagai instrumen pembangunan, kebijakan fiskal 2024 disusun untuk melanjutkan reformasi fiskal secara menyeluruh. Strategi termasuk optimalisasi pendapatan dengan menjaga iklim investasi, peningkatan kualitas belanja negara, dan pengelolaan pembiayaan yang inovatif.
Kegiatan tutup kas ini menjadi momen untuk merenungkan pelaksanaan tugas fungsi Kementerian Keuangan tahun 2023 dan menyatukan visi untuk penajaman program strategis tahun 2024.(BY)






