Jakarta – Pemerintah berencana mendirikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri kayu dengan tujuan meningkatkan produksi dan daya saing produk kayu serta mebel Indonesia.
Setyo menyampaikan bahwa pihaknya telah lama mengajukan surat untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo guna membahas industri kayu dan mebel. Akhirnya, mereka mendapatkan undangan untuk bertemu Presiden pada Jumat hari ini. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga hadir bersama Presiden.
Asosiasi Sekabel menyampaikan beberapa keluhan kepada Presiden, salah satunya terkait regulasi terkait industri kayu dan mebel yang menurut mereka terdampak oleh perang Ukraina-Rusia dan Palestina-Israel.
Menurut Setyo, untuk masuk ke pasar Eropa, pengusaha kayu dan mebel nasional harus mematuhi Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang rumit.
Dia berharap bahwa dengan adanya KEK industri kayu, semua regulasi dan kemudahan akan terintegrasi di sana, termasuk mengenai hilirisasi industri kayu.
Dia menyampaikan bahwa dalam persaingan global, permasalahan yang dihadapi pengusaha kayu nasional adalah teknologi.
Dia mengatakan bahwa di KEK nanti, teknologi terbaik dunia akan dihadirkan untuk meningkatkan daya saing dan merebut pasar dari negara lain, terutama Vietnam.(BY)






