Ganjar Pranowo Komitmen Permudah Akses Modal UMKM dengan Bank Khusus

Akses permodalan jadi keluhan UMKM kepada Ganjar.
Akses permodalan jadi keluhan UMKM kepada Ganjar

Sukoharjo Ganjar Pranowo, calon presiden dengan nomor urut 3, mengungkapkan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap menghadapi kendala dalam memperoleh akses modal. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, Ganjar berkomitmen untuk mempermudah akses permodalan UMKM dengan meresmikan satu bank khusus yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah. Menurut Ganjar, banyak pelaku UMKM yang memiliki potensi besar namun mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal.

“Ya, jika kita berbicara mengenai UMKM, keluhan tentang pelatihan, peralatan, dan akses modal selalu muncul. Tiga hal ini sudah kita terima dan sekarang tinggal melihat kebijakan apa yang akan diimplementasikan,” ujar Ganjar saat mengunjungi sentra batik Kedung Gudel Sukoharjo pada Rabu (27/12/2023).

Ganjar menjelaskan bahwa diperlukan kehadiran bank yang secara khusus memprioritaskan pelayanan kepada UMKM. Saat di Jawa Tengah, Ganjar telah memanfaatkan Bank Jateng sebagai salah satu lembaga keuangan yang fokus memberikan akses modal UMKM dengan bunga rendah.

Ganjar telah mengembangkan berbagai skema kredit murah bekerjasama dengan Bank Jateng, seperti Kredit Mitra Jateng 25, Kredit Lapak, Kredit Milenial, dan lainnya.

“Di Indonesia, konsep seperti ini sudah pernah ada. Di masa lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki unit-unit yang sampai ke desa-desa dan fokus pada usaha kecil. Menurut saya, konsep tersebut perlu dihidupkan kembali agar akses modal bagi UMKM dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Ganjar menekankan bahwa UMKM dan sektor usaha kecil perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Selama ini, perhatian kita banyak terfokus pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investor besar. Padahal, UMKM dan pelaku usaha kecil memiliki potensi luar biasa sebagai penopang ekonomi negara. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengoptimalkan sektor ini guna mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7%,” tegasnya.(BY)