Blog  

Tim SAR Bersiaga: Gunung Marapi Erupsi 46 Kali, Evakuasi Korban Ditunda

Bukittinggi – Tim Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi di Sumatera Barat‘ mencatatkan 46 kali erupsi dan 66 kali hembusan selama dua hari pasca-erupsi yang terjadi sejak Minggu (3/12) hingga Senin (4/12).

“Sekitar 3.000 meter di atas puncak atau 5.891 meter di atas permukaan laut,” ungkap Kepala PGA Marapi di Bukittinggi, Ahmad Rifandi, pada Selasa.

Rinciannya, pada Minggu (3/12), Gunung Marapi mengalami erupsi sebanyak 36 kali dan 16 kali hembusan. Sedangkan pada Senin (4/12) tercatat 10 kali erupsi dan 50 kali hembusan.

Erupsi ini membuat tim SAR gabungan tetap waspada, bahkan menunda proses evakuasi korban erupsi yang masih berada di sekitar puncak gunung.

PGA mencatat hasil pengamatan meteorologi meliputi cuaca berawan, mendung, dan hujan.

Suhu udara berkisar 23,1-26,6 °C, kelembaban udara 64,3-84,2%, dan tekanan udara 681,2-682,2 mmHg. Volume curah hujan mencapai 0,14 mm per hari.

Secara visual, Gunung Marapi terlihat jelas hingga tingkat kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 400-800 m di atas puncak kawah.

Gunung Marapi berada di level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar dan pengunjung wisatawan tidak mendaki dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak.

Gunung api Marapi secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Monitoring aktivitas vulkanik dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA).

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada awal tahun 2023 didominasi oleh erupsi eksplosif mulai 7 Januari 2023 hingga 20 Februari 2023 dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 75-1.000 meter dari puncak. Setelah itu, erupsi berhenti dan aktivitas kegempaan didominasi oleh Gempa Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh, hingga akhirnya mengalami erupsi kembali pada awal Desember ini.(des)