Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan bahwa ada enam provinsi yang mengalami kekurangan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru pada tahun ini.
Meskipun pemerintah telah membuka dan menyediakan formasi guru di daerah-daerah 3T, namun kenyataannya masih banyak posisi yang belum terisi, bahkan ada provinsi yang tidak memiliki pelamar sama sekali.
Sebagai informasi, pada periode pengadaan calon aparatur sipil negara (ASN) sebelumnya, banyak formasi ASN, termasuk guru di daerah 3T, yang tidak terisi. Total jumlahnya bahkan mencapai lebih dari 100 ribu formasi ASN di daerah 3T yang belum terisi.
“Alhamdulillah, UU ASN yang baru telah disahkan, dan ini menjadi pintu untuk mobilitas talenta yang lebih mudah, termasuk untuk menggerakkan guru ke daerah 3T,” jelas Anas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah solusi untuk memudahkan pengisian posisi guru di daerah 3T. Salah satu solusi adalah dengan menempatkan talenta yang telah mendapat beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di daerah 3T untuk jangka waktu tertentu.
Nadiem menambahkan bahwa selain insentif yang sedang dirumuskan dan akan diatur dalam Peraturan Pemerintah, pemerintah juga akan memberikan reward atau penghargaan bagi guru-guru di daerah yang berkinerja baik.
Perhatian khusus ini bertujuan untuk menekankan prinsip Indonesia-sentris, sehingga guru-guru berprestasi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan juga di daerah-daerah 3T. Guru diharapkan dapat menjadi pendorong pembangunan nasional di daerah 3T.
Nadiem menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan karier guru-guru yang mengabdi di daerah 3T, termasuk melalui akselerasi kepangkatan.(BY)






