Jakarta — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali menegaskan pentingnya solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk menjamin keamanan jangka panjang antara Palestina dan Israel. Pidato ini disampaikannya di Nantucket, Massachusetts pekan lalu, dan kemudian ditegaskan melalui posting di platform X pada Minggu (26/11/2023).
Kami tidak akan menyerah untuk mencapai tujuan ini,” ujar Biden dalam postingannya.
Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan pembebasan sejumlah sandera oleh Wakil-wakil Palang Merah Internasional di Gaza. Beberapa sandera langsung diserahkan ke pihak Israel, sementara yang lain meninggalkan wilayah melalui Mesir. Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dijelaskan oleh Biden sebagai hasil yang menyelamatkan nyawa.
Dalam pidato tersebut, Biden menjelaskan bahwa perundingan ini merupakan proses dari hari ke hari dan jam ke jam. Ia berkomitmen untuk melanjutkan upaya tersebut hingga seluruh sandera berhasil dibebaskan. Pada Minggu siang, Biden kembali berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas situasi di Gaza, termasuk jeda pertempuran dan kebutuhan bantuan kemanusiaan tambahan.
Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Biden atas upayanya dalam memediasi dan mewujudkan kesepakatan gencatan senjata. Kedua pemimpin sepakat bahwa pekerjaan belum selesai, dan mereka akan terus berupaya memastikan pembebasan seluruh sandera. Perang Israel-Hamas ini telah menimbulkan korban jiwa yang cukup besar, dengan lebih dari 1.200 warga Israel dan setidaknya 13.300 orang di Gaza, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.(des)






