Padang  

Gubernur Sumbar Berharap Para Veteran Berbagi Sejarah dan Nilai-nilai Kejuangan kepada Generasi Muda

foto bersama
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Ketua DHD BPK 45 Sumbar Mayjen TNI (Purn) Amril Amir beserta para peserta foto bersama usai pembukaan Musda VII DHD BPK 45 Sumbar di aula Kantor Gubernur Sumbar di Padang.

Padang, fajarharapan.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengharapkan para veteran pejuang untuk berbagi dengan para generasi muda, terutama terkait dengan nilai-nilai dan sejarah perjuangan bangsa.

“Ini penting agar para generasi muda mengetahui lebih mendalam sejarah perjuangan bangsa ini,” ujar Mahyeldi kepada fajarharapan.id usai membuka
musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan (DHD BPK) 45 Sumbar di aula Kantor Gubernur Sumbar di Padang, Minggu (19/11/2023).

Menurut Mahyeldi, pihaknya sudah meminta kepada para veteran pejuang untuk mendokumentasikan sejarah perjuangan yang pernah dilalui. Termasuk juga membuatnya dalam bentuk video.

“Sekecil apa pun peristiwa sejarah yang dilalui, perlu didokumentasikan dan dibuatkan dalam bentuk video,” kata Mahyeldi. Tujuannya, menurut Mahyeldi, agar peristiwa sejarah itu tidak berlaku begitu saja.

“Para generasi muda harus tahu semua itu,” sambung mantan Wali Kota Padang itu. Tujuannya, menurut Mahyeldi, agar mereka memahami bahwa bangsa ini tidak berdiri dengan sendirinya, melainkan melalui rangkaian perjuangan yang panjang.

Mahyeldi lalu menyebut contoh pengibaran bendera merah putih di Diniyah Puteri Padangpanjang usai proklamasi kemerdekaan RI. “Sejarah seperti itu perlu didokumentasikan, termasuk juga perlu dibuatkan videonya.”

Mahyeldi yakin masih banyak peristiwa bersejarah di Sumbar yang belum terangkat ke permukaan. Padahal, menurutnya, peristiwa itu tidak bisa dipisahkan dari rangkaian peristiwa perjuangan secara nasional.

Selain sejarah, Mahyeldi juga menilai perlunya mewariskan nilai-nilai kejuangan, agar nilai-nilai itu senantiasa abadi di hati nurani anak bangsa. “Karena sejumlah nilai kejuangan memiliki nilai filosofi yang tinggi,” katanya.

Mahyeldi lalu bercerita, setiap ketemu dengan para veteran, hal menonjol yang ditemukan antara lain genggaman tangannya yang begitu kokoh dan erat. “Mungkin karena terbiasa menggenggam senjata ketika berjuang dulu,” katanya.

Mahyeldi juga punya satu cerita. Menurutnya, ketika menghadiri peringatan hari bersejarah tertentu beberapa waktu lalu, sejumlah veteran yang rencananya mau ikut membatalkan niatnya lantaran mobil yang ajan ditumpangi tidak mampu mengangkut semua veteran. “Begitu tinggi nilai soliditas yang mereka miliki,” ungkapnya.

Menghadapi Pemilu 2024, Mahyeldi mengatakan perbedaan pilihan dan dukungan politik bukan suatu yang perlu dibesar-besarkan, apalagi sampai menimbulkan perpecahan.

“Di tengah satu keluarga yang nota benenya satu ayah dan satu ibu, belum tentu punya sikap yang sama tentang satu hal,” terangnya. “Soal selera, misalnya, boleh jadi ada yang suka asam padeh, ada juga yang tidak,” tandasnya. (spa)