Sungai Batang Arau Butuh Dikeruk, Warga Dihantui Banjir Besar

Kondisi Batang Arau saat ini, semdimennya makin meninggi.
Kondisi Batang Arau saat ini, semdimennya makin meninggi.

Padang, fajarharapan.id – Sejumlah warga di sepanjang Sungai Batang Arau di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mendesak pihak yang berwenang untuk segera melakukan pengerukan sendimen.

Jika tidak segera dilakukan, mereka khawatir akan muncul ancaman banjir setinggi leher orang dewasa seperti yang pernah terjadi beberapa bulan belakangan ini.

“Kami berharap kepada pihak yang berwenang agar segera melakukan pengerukan sendimen di sepanjang Sungai Batang Arau yang melintang di daerah ini. Jika tidak, sendimen terus bertambah seiring berjalannya waktu. Kami khawatir terulang lagi banjir setinggi leher orang dewasa seperti tiga bulan belakangan ini,” tegas Ketua RT 03/RW 06, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Syahrial, Jumat (10/11/2023).

Syahrial yang juga merupakan mantan karyawan Harian Umum Singgalang tersebut memiliki alasan yang kuat. Tiga bulan lalu, daerah tersebut dihantam banjir besar tingginya air mencapai se leher orang dewasa.

Air merendam seribu lebih rumah warga, hal ini disebabkan debit air sungai tidak tertampung karena tingginya tingkat sendimen di sepanjang Sungai Batang Arau yang membelah Kota Padang.

“Kami membutuhkan perhatian dari Pemko Padang atau Provinsi Sumbar serta instansi terkait untuk mencegah peristiwa serupa terulang, terutama di Kelurahan Pasa Gadang dan sekitarnya,” tambahnya.

Menurutnya, tingkat sendimen di pinggir Sungai Batang Arau, khususnya di Kelurahan Pasa Gadang, terus meningkat dari hari ke hari. Pengerukan sungai sudah lama tidak dilakukan, hanya pemotongan rumput saja. Jika tidak ada tindakan pengerukan, bila hujan lebat terjadi meski sebentar dikhawatirkan air sungai melimpah ke rumah warga.

Pasa Gadang dan sekitarnya sudah tiga kali dilanda banjir besar, dengan yang terbaru terjadi tiga bulan lalu. “Atas nama warga, saya berharap pihak yang berwenang segera melakukan pengerukan sungai untuk mencegah terulangnya banjir besar,” ungkap Syahrial, yang biasa dipanggil Buya tersebut.

Warga setempat sudah beberapa kali mengusulkan pengerukan sungai kepada instansi terkait. Mereka bahkan mendapat bantuan dari salah satu anggota DPRD Kota Padang untuk menyampaikan aspirasi warga.

Pada pertemuan di sebuah hotel, instansi terkait telah berjanji untuk segera menangani masalah tersebut berjanji melakukan pengerukan sungai. Janji tinggai janji, meskipun sudah berbulan-bulan dan bertahun-tahun berlalu, belum juga terealisasi.

“Jangan menunggu banjir parah lagi sebelum mengambil tindakan. Jangan menunggu warga menderita baru pemerintah bertindak,” tambahnya.

Jika dibiarkan tanpa tindakan dalam jangka waktu yang lama, dikhawatirkan sendimen di kedua sisi sungai bisa bergabung dan mengurangi kedalaman sungai. Jika hal ini terjadi, air dengan mudah melimpah ke pemukiman warga saat hujan lebat. Saat ini, sendimen hampir menutup Sungai Batang Arau, panjangnya hampir satu kilometer. (ab)