Suami perempuan ini didiagnosis menderita kanker limfatik stadium akhir, dan dia hanya memiliki waktu hidup sebulan. Namun, perempuan tersebut tetap berada di sisinya sepanjang waktu.
Bahkan, si pria melamar kekasihnya di atas ranjang rumah sakit dengan sebuah buah anggur sebagai simbol cincin, meskipun tidak ada perhiasan mahal atau harta berlimpah. Perempuan itu dengan tulus menerima lamaran tersebut.
“Kekasih saya tidak akan sembuh, dan dia akan meninggalkan saya saat ini. Tapi saya yakin, suatu hari nanti saya akan menyusulnya, dan pada akhirnya, kami akan bersama selamanya,” ujarnya.
“Suamiku berjanji akan merawat saya di kehidupan selanjutnya sebagai burung. Dia awalnya ingin menjadi burung hantu, tetapi kemudian memutuskan untuk menjadi burung beo agar bisa berbicara denganku.”
Kisah yang dialami oleh perempuan ini memang sangat langka, karena tidak semua orang memiliki keberanian dan kekuatan untuk merawat pasangan mereka yang sedang sekarat dan tetap berkomitmen untuk bersama selamanya. Tidak mengherankan bahwa banyak netizen bertanya-tanya mengapa perempuan ini memutuskan untuk menikahi pria yang sekarat, dan jawabannya adalah, “Saya menikahi orang yang saya cintai. Kami saling mencintai, dan bahkan kematian tidak akan bisa memisahkan kami.”(*)






