Jakarta – Kabupaten Sukabumi kembali dilanda cobaan alam akibat angin puting beliung yang datang bersama hujan deras pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Sebanyak 77 rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan sebagai dampak dari bencana alam tersebut, yang dipicu oleh hujan deras dan angin kencang.
Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi melanda empat desa dari dua kecamatan, yaitu Desa Jampang Tengah di Kecamatan Jampang Tengah, serta Desa Tegalpanjang, Desa Cipurut, dan Desa Cireunghas di Kecamatan Cireunghas.
Angin kencang yang menyertainya menyebabkan kerusakan pada 70 unit rumah dalam skala ringan, sementara tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan sedang, terutama pada atap rumah yang terbuka.
Eko, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, menyatakan, “Kejadian ini terjadi kemarin sore, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Saat ini, tim sedang turun lagi ke lapangan untuk melakukan pendataan korban yang terdampak lebih lanjut.”
Selain pendataan korban, tim yang berada di lapangan juga aktif dalam membersihkan puing-puing pohon yang tumbang dan melaksanakan upaya-upaya pembersihan lainnya.
BNPB memberikan imbauan penting kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap bencana yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem, seperti angin puting beliung dan angin kencang. Masyarakat diharapkan untuk menghindari mobilitas saat hujan deras turun dan tidak berlindung di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang rapuh. Selain itu, pemangkasan ranting pohon yang lapuk juga menjadi tindakan preventif yang diinginkan.
Peristiwa ini mengingatkan kita semua akan pentingnya perlindungan dan penanganan bencana alam yang lebih efektif. Pemerintah dan seluruh warga Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat semacam ini. Semoga bantuan dan dukungan segera tiba untuk membantu pemulihan dan pemulangan normalitas bagi masyarakat yang terdampak.(des)






