Sengketa Izin dan Sejarah Hotel Sultan Jakarta

Fakta Sengketa Hotel Sultan.
Fakta Sengketa Hotel Sultan.

Jakarta – Hotel Sultan, sebuah hotel mewah yang bersejarah di Jakarta, kini menjadi sorotan akibat permasalahan izin usaha. Hotel yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ini tengah bersengketa dengan Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK) terkait habisnya izin operasional hotel tersebut.

Inilah beberapa fakta menarik terkait Hotel Sultan, termasuk permasalahan sengketa izinnya:

1. Sengketa dengan PPKGBK Hotel Sultan, yang dimiliki oleh PT Indobulidco, saat ini sedang dalam sengketa dengan Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK) terkait perpanjangan izin usaha. Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Indobuildco telah habis masa berlakunya, dan pihak berwenang ingin memanfaatkan kawasan GBK untuk pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi, berstandar internasional, serta fokus pada aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

2. Pemeriksaan Izin Usaha PPKGBK melibatkan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk melakukan pemeriksaan terhadap izin usaha PT Indobuildco. Ini dilakukan untuk mengklarifikasi status izin Hotel Sultan dan menentukan tindakan selanjutnya.

3. Klaim Pemilik Pontjo Sutowo, pemilik PT Indobuildco, mengklaim bahwa izin perusahaan tersebut telah diperbaharui hingga tahun 2053. Namun, PPKGBK mengklaim sebaliknya, bahwa izin HGB telah habis dan tidak diperbaharui.

4. Tarif Hotel Sultan Hotel Sultan menawarkan beberapa tipe kamar dengan berbagai tarif menginap. Harga kamar bervariasi mulai dari Deluxe Room hingga Presidential Suite dengan rentang harga yang cukup luas, sesuai dengan fasilitas dan ukuran kamar.

5. Sejarah Hotel Sultan Sejarah Hotel Sultan dimulai pada tahun 1971, ketika mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mengajukan permohonan kepada Pertamina untuk membangun hotel guna menyambut konferensi pariwisata se-Asia Pasifik. Hotel ini dibangun oleh PT Indobuildco pada 1973 di kawasan Senayan dan semula dimiliki oleh keluarga Ibnu Sutowo. Seiring berjalannya waktu, pengelolaannya berpindah ke pihak swasta dan telah menjadi permasalahan yang menimbulkan sengketa izin.

Sengketa izin Hotel Sultan menciptakan ketegangan antara pemilik hotel dan PPKGBK, dengan pihak berwenang berupaya mengklarifikasi status izin usaha PT Indobuildco. Selama ini, Hotel Sultan Jakarta tetap menjadi ikon sejarah dan budaya di kota ini, dan sengketa ini terus menjadi perhatian publik.(BY)