Di Hari Jadi Pasaman ke-78, Bupati Benny Utama Sebut Telah Mengerahkan Segala Kemampuan

Sidang Paripurna pada Hari Jadi Pasaman ke-78
Sidang Paripurna pada Hari Jadi Pasaman ke-78

Pasaman – Bupati Pasaman Benny Utama mengatakan bahwa ia bersama pasangannya, Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, telah mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Pasaman.

“Selama sekitar tiga tahun memimpin Pasaman bersama Pak Wabup Sabar AS kami telah mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk membuat Pasaman bertambah maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Bupati Benny mengatakan hal itu dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-78 yang jatuh pada Minggu (8/10/2023) lalu. Puncak peringatan dilakukan melalui sidang paripurna istimewa DPRD Pasaman di Gedung DPRD di Lubuk Sikaping, Minggu (8/10/2023). Sidang paripurna itu dipimpin oleh Ketua DPRD Pasaman, Bustomi.

Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, acara itu juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Pasaman, termasuk para anggota DPRD Pasaman dan para kepala OPD di lingkup Pemkab Pasaman. Tampak juga hadir Direktur PIP Kemenkeu, Ismed Saputra SE MM.

Menurut Bupati Benny, berkat dukungan masyarakat secara luas, ia bersama Wabup Sabar AS sejauh ini telah mampu melakukan sejumlah pencapaian yang cukup menggembirakan.

Benny lalu menunjuk contoh angka pertumbuhan ekonomi Pasaman. Dikatakan, pada tahun 2020 angka pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar – 0,87 persen. “Ini dampak dari Covid-19 yang tengah melanda ketika itu,” kata Bupati Benny.

“Kondisi seperti itu tidak hanya dialami oleh Pasaman, melainkan dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia,” sambungnya. “Bahkan berlaku secara global,” ulasnya lagi.

Tapi berkat kerja keras jajaran Pemkab Pasaman yang didukung oleh semua elemen masyarakat, menurut Bupati Benny, secara perlahan laju angka pertumbuhan ekonomi berhasil ditingkatkan sehingga pada 2021 menjadi 4,39 persen.

Bertambah tahun, sambung Bupati Benny, angka pertumbuhan ekonomi Pasaman terus mengalami peningkatan. “Sehingga pada tahun 2022 lalu laju angka pertumbuhan ekonomi Pasaman sudah mencapai 4,09 persen,” bebernya.

Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Pasaman yang terbilang signifikan itu, menurut Bupati Benny, disumbang oleh sejumlah sektor dan sub-sektor yang selama ini menjadi andalan Pasaman, seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan lainnya.

Seiring dengan itu, menurut Bupati Benny, angka kemiskinan juga berhasil ditekan. Dikatakan, pada tahun 2019 angka kemiskinan di Pasaman tercatat sebesar 7,16 persen. “Angka itu meningkat menjadi 7,48 persen di 2020 karena Covid-19,” beber Benny.

Tapi, ditambahkan Bupati Benny, terhitung sejak 2021 sampai 2022 angka kemiskinan kembali bisa ditekan. “Terakhir di tahun 2022 tersisa 6,85 persen lagi,” tuturnya.

Bupati Benny juga membanggakan angka indeks pembangunan manusia (IPM) Pasaman yang terus mengalami peningkatan. Kalau pada 2021 IPM Pasaman tercatat 66,77 persen, maka naik menjadi 67,41 persen di tahun 2022.

Buat Terobosan

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ismed Saputra SE MM, mengaku mengapresiasi Pemkab Pasaman yang dipimpin duet Bupati Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar AS.

“Sebab, di tengah keterbatasan fiskal, Pemkab Pasaman yang dipimpin Pak Benny dan Pak Sabar masih mampu melakukan sejumlah terobosan,” ujar Ismed saat diberi kesempatan berpidato di acara peringatan Hari Jadi Pasaman ke-78.

Puncak peringatan Hari Jadi Pasaman ke-78 itu dilakukan melalui sidang paripurna istimewa DPRD Pasaman di gedung DPRD Pasaman di Lubuk Sikaping, Minggu (8/10/2023). Sidang itu dipimpin Ketua DPRD Pasaman, Bustomi.

Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, acara itu juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Pasaman, termasuk para anggota DPRD Pasaman dan para kepala OPD di lingkup Pemkab Pasaman.

Salah satu yang diapresiasi Ismed adalah program pendidikan gratis dari jenjang PAUD sampai SLTA. Padahal sesuai regulasi, menurut Ismed, sekolah jenjang SLTP dan SLTA merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Tapi Pemkab Pasaman berani mengeluarkan kebijakan sekolah gratis sampai SLTA,” ungkapnya. Bagi Ismed, apa yang dilakukan Pemkab Pasaman merupakan bukti kepedulian untuk menyiapkan SDM Pasaman yang berkualitas dan handal.

Program Pemkab Pasaman di bidang keagamaan juga mendapat pujian dari Ismed. “Artinya, meski APBD relatif terbatas, Pemkab Pasaman masih bisa membuat pogram-program yang dinilai mampu menjawab tantangan hari ini dan ke depan,” ungkapnya.

Menyoal APBD Pasaman, dikatakan Ismed, sebenarnya tidaklah bisa dikatakan sangat kecil. “Masih banyak daerah lain di Indonesia yang jumlah APBD-nya jauh di bawah Pasaman,” ungkapnya.

“Dan jumlah APBD Pasaman memang seperti yang ada sekarang, yang merujuk aturan dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya. Sebab, menurut Ismed, APBD disusun berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk.

“Kalau ingin APBD Pasaman ditambah, ubah dulu data yang ada,” katanya. “Dan itu jelas tidak mudah,” tandas Ismed.

Ini Komentar dan Harapan Sejumlah Tokoh Masyarakat

Hari Minggu (8/10/2023) hari ini Kabupaten Pasaman merayakan Hari Jadi ke-78 sebagai sebuah daerah otonom, bagian dari wilayah administratif Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-78 dilakukan melalui sidang paripurna istimewa DPRD Pasaman yang digelar di Lubuk Sikaping. Sidang itu dipimpin Ketua DPRD Pasaman, Bustomi, dan dihadiri sejumlah anggota DPRD lainnya.

Selain dihadiri Bupati Pasaman Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar AS, acara itu juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Pasaman, termasuk para kepala OPD di lingkup Pemkab Pasaman. Tampak juga hadir Direktur Utama PIP Kemenkeu, Ismed Saputra SE MM.

Ketua DPRD Pasaman Bustomi yang memimpin sidang paripurna istimewa DPRD, mengatakan peringatan hari jadi merupakan momentum untuk mengingat sejarah lahirnya daerah otonom yang kemudian diberi nama dengan Kabupaten Pasaman itu.

Mengacu ke perjuangan para pendiri Pasaman, menurut Bustomi, diharapkan menjadi sumber motivasi bagi seluruh anak negeri untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk kepentingan Pasaman hari ini dan ke depan.

Bustomi mengakui sudah banyak kemajuan yang dicapai Pasaman dalam usianya yang sudah 78 tahun. Kendati demikian, menurut politisi Partai Gerindra itu, masih banyak juga hal-hal yang menuntut pembenahan dan percepatan.

Seusai sidang paripurna, Martias, salah seorang anggota DPRD Pasaman, berharap peringatan hari jadi menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.

“Hanya dengan bekal kekompakan dan persatuan lah yang memungkinkan akan bisa mencapai cita-cita kita bersama,” ujar politisi Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) tersebut.

Martias juga mengapreasi rencana Bupati Pasaman Benny Utama untuk membidik kursi DPR-RI di Pemilu 2024. “Semoga rencana beliau kesampaian,” kata Martias. “Dengan demikian diharapkan akan semakin banyak dana dari pusat yang bisa dibawa ke Pasaman,” ujarnya.

Mantan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama yang juga ditanya seusai sidang paripurna istimewa, mengaku bangga dengan perayaan Hari Jadi Pasaman ke-78 itu karena dihadiri begitu banyak tokoh masyarakat.

Atos juga mengatakan, sebagai sebuah daerah otonom, Pasaman memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Ia berharap SDA berlimpah itu memberi manfaat nyata bagi kemajuan daerah dan upaya mensejahterakan masyarakat Pasaman.

Pada bagian lain, Atos mengaku mengapresiasi langkah Pemkab Pasaman untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. “Karena memang banyak potensi wisata yang bisa dibanggakan di Pasaman,” katanya.

Sementara Ketua LKAAM Kabupaten Pasaman Khairul Dt. Bagindo Kali mengatakan momen peringatan hari jadi merupakan saat untuk memanjatkan puji syukur atas capaian-capaian yang telah diraih selama ini.

Ia juga mengatakan, momen peringatan hari jadi merupakan saat untuk merefleksi kembali perjalanan Pasaman jauh ke belakang. “Sebagai salah satu pijakan untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk Pasaman ke depan,” ujarnya.

Dt. Bagindo Kali juga mengaku memberi apresiasi terhadap duet Bupati H. Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar AS yang selama ini memimpin Pasaman. “Perhatian mereka besar terhadap masyarakat, termasuk ke LKAAM,” katanya.

Dua Rumah Sakit di Pasaman Sudah Punya Nama

Setelah cukup lama tidak punya nama, dua rumah sakit umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Pasaman akhirnya punya identitas. Pemberian nama kedua RSUD itu dilakukan melalui seminar.

Kedua RSUD tersebut, masing-masing adalah RSUD Lubuk Sikaping yang diberi nama dengan RSUD Tuanku Imam Bonjol. Sedangkan satu lagi adalah RS Pratama yang beralih nama menjadi RS Tuanku Rao.

Dalam seminar sehari di gedung Syamsiar Thaib, Sabtu (7/10/2023), yang menelurkan nama kedua RS itu,
bertindak selaku narasumber Prof. DR. dr. Rizanda Machmud. M.Kes. FISPH FISCM, sementara moderator Kepala Bappeda Pasaman Choiruddin Batubara, SE.MM.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Arma Putra, menyebutkan Seminar Sehari itu untuk Pembentukan Nama RSUD Lubuk Sikaping dan RS Kelas D Pasaman.

Dikatakan, latar belakang rumah sakit adalah integral dari satu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif).

“Kabupaten Pasaman memiliki 2 (dua) rumah sakit pemerintah yaitu RSUD Lubuk Sikaping dan RSUD Pasaman yang masing-masing belum memiliki nama sebagai identitas. Untuk itu perlu diselenggarakan seminar sehari untuk menyepakati nama RSUD Lubuk Sikaping dan RS Kelas D Pasaman,” ungkapnya.

“Tujuan Umum dari pemberian nama rumah sakit, agar kedua rumah sakit ini mempunyai identitas yang jelas sesuai dengan permenkes No 14 Tahuin 2021,” ungkap Arma, dilansir mimbarsumbar.id.

Sementara Bupati Pasaman H. Benny Utama menyebutkan, nama adalah sebuah identitas, terkait pemberian nama RSUD Lubuksikaping sudah lama direncanakan, bertepatan dengan momen hari jadi Kabupaten Pasaman yang ke-78 inilah baru bisa dilaksanakan,

Lebih lanjut Benny Utama mengatakan, butuh tanggung jawab yang besar bagi pihak Rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, untuk itu perlu kemampuan yang maksimal bagi petugas kesehatan di rumah sakit.

Hasil dari kesepakatan pemberian nama kedua rumah sakit tersebut, dilakukan penanda tanganan berita acara hasil seminar oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama, Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, Sekretaris daerah Mara Ondak, Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro, Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping, Kadis Kesehatan Arma Putra, Direktur RSUD dr.Yong Marzuahaili, Perwakilan Camat, Perwakilan Wali Nagari, Ketua harian KAN Lubuk sikaping, tokoh masyarakat,

Dalam seminar tersebut sempat terjadi debat yang alot, terkait usulan pemberian nama kedua rumah sakit tersebut oleh peserta seminar, dari banyak nama tokoh kesehatan di Pasaman, barulah disepakati nama Tokoh Pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol sebagai ganti nama Rumah sakit umum Lubuk Sikaping ,

Disamping itu Nama tokoh yang dianggap pahlawan kemerdekaan oleh masyarakat Pasaman juga diambil sebagai ganti nama Rumah sakit Tipe D Rao menjadi Rumah sakit Tuanku Rao.

Dalam kesempatan tersebut Atas usulan Kapolres Pasaman yang disampaikan Benny Utama juga disepakati pemberian nama tokoh yang berjasa di bidang kesehatan di Pasaman sebagai nama nama ruangan di rumah sakit tersebut.(adv/spa)