Mentawai, fajarharapan.id – Kebutuhan solar bersubsidi yang belum sebanding dengan jumlah nelayan menjadi sorotan dalam pertemuan antara jajaran Polres Kepulauan Mentawai dan masyarakat pesisir di Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Rabu (21/10/2026).
Dalam dialog yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Km 2 itu, sejumlah nelayan menyampaikan langsung persoalan pasokan bahan bakar kepada Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias. Mereka berharap ada solusi agar kebutuhan operasional melaut dapat terpenuhi tanpa mengabaikan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
Para nelayan mengungkapkan, alokasi BBM sebanyak dua ton yang saat ini diperoleh dari pemerintah daerah belum mencukupi kebutuhan sekitar 50 nelayan di wilayah Sipora Utara. Karena itu, mereka mengharapkan penambahan kuota sekaligus pengawasan distribusi yang lebih ketat agar BBM bersubsidi diterima masyarakat yang berhak.
Dalam pertemuan tersebut, nelayan juga menyinggung pemberitaan mengenai dugaan penimbunan solar bersubsidi dan dugaan penyalahgunaan identitas nelayan untuk mendapatkan BBM. Persoalan itu diharapkan mendapat perhatian dan penanganan sesuai aturan yang berlaku.
Menanggapi keluhan tersebut, AKBP Nendra Madya Tias menyatakan pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat dan mengoordinasikannya dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian persoalan yang dihadapi nelayan.
“Kami hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Berbagai masukan dari para nelayan akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar dapat dicarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Nendra.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB itu merupakan bagian dari program Kumpul Bersama Masyarakat Polres Kepulauan Mentawai, yang sejalan dengan program Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana bagi kepolisian untuk menjalin komunikasi langsung dan mendengar persoalan yang disampaikan warga.
Selain membahas kebutuhan solar, Kapolres mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Warga diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika.
Para nelayan juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama dengan memantau kondisi cuaca, memeriksa kelengkapan keselamatan, dan memastikan kapal dalam kondisi layak digunakan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops AKP Budi Setiawan, S.H., Kabag Log AKP Devix Wilson, Kasat Samapta AKP Makmur Coir, Kasat Resnarkoba IPTU Ali AS Mardoni, Pamapta, serta personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Mentawai.
Melalui pertemuan tersebut, aspirasi nelayan diharapkan tidak berhenti sebatas penyampaian keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak berwenang. Kecukupan pasokan dan ketepatan sasaran distribusi solar bersubsidi menjadi persoalan penting bagi nelayan dalam menunjang aktivitas melaut di Kepulauan Mentawai.(A)
Editor: Edwardi







