Solok  

ISPU Tinggi, Warga Solok Diminta Kurangi Aktivitas

Kualitas udara di Kota Solok, Sumatera Barat
Kualitas udara di Kota Solok, Sumatera Barat

Solok – Kualitas udara di Kota Solok, Sumatera Barat, saat ini berada dalam kondisi kurang baik. Berdasarkan indeks standar pencemaran udara (ISPU), angkanya mencapai 170 dan masuk dalam kategori tidak sehat.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama aktivitas yang tidak mendesak.

“Melihat kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang harus keluar, sebaiknya menggunakan masker sebagai perlindungan,” ujar Ramadhani.

Menurutnya, tingginya angka ISPU menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi polutan di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian lebih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit kronis.

Untuk menjaga kondisi udara di dalam rumah, masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara di luar memburuk. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi masuknya polutan ke dalam ruangan.

Warga juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih dan mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, perkembangan kualitas udara sebaiknya dipantau melalui informasi resmi dari sumber yang dapat dipercaya.

“Yang utama, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Kurangi kegiatan di luar rumah dan kenakan masker apabila memang harus beraktivitas di luar,” katanya.

Sebagai informasi, ISPU dengan nilai 0-50 dikategorikan baik, 51-100 berada pada kategori sedang, 101-199 termasuk tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan 301-500 masuk kategori berbahaya.

Pemerintah Kota Solok mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dinilai menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

“Jaga kesehatan dan jaga Kota Solok. Untuk sementara, kurangi aktivitas di luar rumah demi mendapatkan kualitas udara yang lebih baik bagi kita semua,” tutup Ramadhani.(des*)