Jakarta – Aktivitas ekonomi perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus berkembang. Salah satu indikatornya terlihat dari pengiriman sebanyak 12 ton tuna loin ke Jakarta yang akan menjadi bahan baku bagi unit pengolahan ikan (UPI) sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Pengiriman tersebut dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di KNMP Tongke-Tongke. Pengiriman ini menjadi bagian dari aktivitas perdagangan hasil perikanan yang mulai berkembang setelah KNMP beroperasi.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Operasionalisasi KNMP, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan pengiriman hasil perikanan secara rutin dari Tongke-Tongke ke luar daerah menjadi tanda bahwa aktivitas bisnis perikanan di kawasan tersebut semakin berkembang.
Menurut Victor, keberadaan ekosistem usaha yang semakin kuat turut membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
KNMP Tongke-Tongke mulai beroperasi pada Mei lalu. Sejak saat itu, hasil tangkapan nelayan, khususnya tuna, mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi. Jika sebelumnya harga tuna berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, kini nilainya dapat mencapai sekitar Rp45.000 per kilogram.
Peningkatan harga tersebut turut berdampak terhadap pendapatan nelayan. Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) sekaligus Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP, Ali Rahmat Iman Santoso, menyebut penghasilan rata-rata nelayan mengalami kenaikan dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan.
Tak hanya menjual ikan dalam kondisi segar, KNMP Tongke-Tongke juga melakukan pengolahan sehingga memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan. Tuna yang sebelumnya dijual dalam bentuk ikan utuh kini dapat diproses menjadi produk tuna loin yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Sebelum pengiriman terbaru sebanyak 12 ton, KNMP Tongke-Tongke tercatat telah mengirimkan 65 ton tuna loin ke Jakarta melalui mitra koperasi. Nilai transaksi dari pengiriman tersebut mencapai sekitar Rp2,54 miliar.
Produk yang dikirim ke Jakarta juga tidak terbatas pada tuna loin. Sejumlah bagian ikan lainnya, seperti tetelan, rahang atau kama, toro yang merupakan bagian perut, serta daging merah hasil proses trimming turut dimanfaatkan dan dipasarkan.
Pemanfaatan berbagai bagian ikan tersebut membuat proses pengolahan memberikan nilai ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, tidak hanya produk utama yang memiliki nilai jual, tetapi bagian hasil samping pengolahan juga dapat memberikan tambahan pendapatan.
Sebagai salah satu unit bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), KNMP Tongke-Tongke juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga kini, unit usaha tersebut telah mempekerjakan 39 warga lokal dan memiliki sekitar 80 anggota.(BY)







